Pemuja.com – Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi setelah kemenangan dramatis atas Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) malam.
Hal ini bukan hanya mengakhiri puasa gelar panjang Indonesia, gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi awal yang menjanjikan bagi era baru bersama John Herdman.
Pelatih asal Inggris itu baru ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026. Kurang dari satu tahun kemudian, Herdman sudah membawa Garuda meraih gelar juara.
Sebuah awal yang sulit untuk disebut biasa.

Jalan Panjang Mencari Pelatih yang Tepat
Dalam perjalanan panjang Timnas Indonesia, kursi pelatih sudah berganti berkali-kali.
Setelah era Anatoli Polosin yang membawa Indonesia meraih emas SEA Games 1991, sejumlah nama datang dan pergi. Ada Ivan Toplak, Romano Mattè, Danurwindo, Henk Wullems, Peter Withe hingga Alfred Riedl.
Memasuki era yang lebih modern, pergantian juga terus terjadi.
Alfred Riedl, Wim Rijsbergen, Nilmaizar, Luis Milla, Bima Sakti dan Simon McMenemy pernah menangani Garuda sebelum akhirnya Shin Tae-yong datang pada 2020.
Shin Tae-yong menjadi salah satu pelatih dengan masa kerja terpanjang dalam periode tersebut. Ia membawa perubahan besar dalam pembentukan tim dan berhasil membawa Indonesia ke sejumlah pencapaian penting di level Asia, termasuk membawa Indonesia untuk pertama kalinya menembus babak 16 besar Piala Asia senior dan mencapai semifinal Piala Asia U-23.
Namun, perjalanan bersama Shin berakhir pada awal 2025. Ia meninggalkan Timnas Indonesia tanpa satu pun trofi juara.
PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai penerus. Mantan bintang Timnas Belanda itu diharapkan membawa pengalaman sepak bola Eropa ke Indonesia.
Namun, kebersamaan Kluivert tidak berlangsung lama.
Setelah Indonesia gagal melanjutkan perjuangan menuju Piala Dunia 2026, PSSI dan Kluivert berpisah. Pada Januari 2026, nama John Herdman kemudian muncul sebagai pelatih baru.
Baca Juga : Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Drama Adu Penalti!
John Herdman Datang dengan Rekam Jejak Besar
Herdman bukan nama asing di sepak bola internasional.
Sebelum datang ke Indonesia, ia pernah menangani Timnas Putri Kanada dan membawa negara tersebut meraih medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.
Kemudian, Herdman beralih menangani Timnas Putra Kanada.
Di sana, ia membuat sejarah dengan membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Itu merupakan penampilan pertama Kanada di Piala Dunia setelah menunggu 36 tahun.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan PSSI memilih Herdman.
Ia tidak hanya dituntut mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga membangun program jangka panjang untuk Timnas Indonesia.
Ketika pertama kali diperkenalkan, Herdman bahkan menyebut target besarnya adalah membawa Indonesia membangun kepercayaan diri dan memiliki ambisi yang lebih kuat menuju Piala Dunia.

Trofi Pertama, Awal Era Baru
Kini, beberapa bulan setelah kedatangannya, Herdman sudah memberikan jawaban di lapangan.
Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Gelar tersebut diraih dengan cara yang dramatis. Garuda harus bermain hingga 120 menit sebelum akhirnya mengalahkan Thailand melalui adu penalti.
Herdman sendiri menyebut gelar tersebut sebagai pencapaian terbaik dalam karier sepak bolanya. Baginya, keberhasilan itu terasa istimewa karena diraih bersama para pemain yang memahami besarnya arti kemenangan tersebut bagi masyarakat Indonesia.
Menariknya, sebelum turnamen dimulai, Herdman memang sudah membawa catatan yang cukup positif.
Dalam delapan pertandingan awal bersama Indonesia, ia mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Kini catatan itu bertambah dengan satu pencapaian yang jauh lebih penting: sebuah trofi.
Bukan Sekadar Soal Trofi
Kehadiran Herdman tentu belum bisa dinilai hanya dari satu turnamen.
Namun, trofi pertama sudah memberikan modal penting.
Setelah bertahun-tahun Timnas Indonesia berganti pelatih dan mencari formula terbaik, Herdman datang dan langsung membawa gelar.
Tantangan berikutnya justru lebih besar.
Indonesia harus memastikan kemenangan ini bukan sekadar momentum sesaat. Fondasi yang sudah dibangun harus dilanjutkan dengan pembinaan pemain muda, konsistensi prestasi dan target yang lebih tinggi di level Asia.
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya menjadi halaman pertama dari era John Herdman.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia bisa menjadi juara.
Tetapi, seberapa jauh era baru ini mampu membawa Garuda terbang? Indonesia menuju Piala Dunia!
Indonesia Juara!!!!!
Leave a comment