Home Berita Heboh Dugaan Penelitian Palsu di Konferensi Internasional
BeritaInternasionalPendidikan

Heboh Dugaan Penelitian Palsu di Konferensi Internasional

Share
Riset Diduga Palsu
Riset Diduga Palsu
Share

Pemuja.com – Dunia riset Indonesia kembali menjadi sorotan publik internasional. Hal itu terjadi setelah muncul dugaan penggunaan data dan identitas palsu dalam ajang International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark. Polemik ini ramai dibahas di media sosial. Banyak pihak menilai kasus tersebut mencoreng kredibilitas penelitian ilmiah Indonesia di mata dunia.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat. Ia hadir dalam konferensi tersebut sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.

Dwi mulai merasa curiga saat diajak koleganya menghadiri presentasi dua peserta asal Indonesia. Keduanya menggunakan nama “Dimas” dan “Riana”. Awalnya Dwi hanya membaca abstrak penelitian secara singkat. Namun setelah dipelajari lebih dalam, ia menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal.

Ia kemudian berdiskusi dengan peneliti lain dan supervisornya. Pembahasan itu berkaitan dengan grafik dan data yang digunakan dalam penelitian tersebut. Salah satu hal yang paling menimbulkan pertanyaan ialah klaim pengambilan data primer di Pegunungan Andes, Peru. Penelitian itu disebut dilakukan tanpa melibatkan peneliti maupun institusi lokal.

Klaim Penelitian di Peru Dinilai Tidak Masuk Akal

Menurut Dwi, praktik penelitian internasional seperti itu hampir mustahil dilakukan. Apalagi jika tidak melibatkan kolaborator lokal di negara tempat pengambilan data.

“Mereka tuh ngumpulin data di Andes. Ngumpulin data dan enggak ada sama sekali kolaborator lokal di negara itu impossible untuk melakukan penelitian kayak gitu di negara orang. Itu salah satu keanehan yang paling menonjol,” ujarnya.

Kecurigaan tidak hanya muncul dari isi penelitian. Identitas pembicara dalam presentasi tersebut juga menjadi sorotan.

Dalam salah satu sesi konferensi, seorang perempuan mempresentasikan riset berjudul Urban Heat Islands and Ageing Lung Vulnerability: Mapping Pneumococcal Pneumonia Risk and Climate-Exposed Older Adult Hotspots in LMIC Megacities. Saat itu ia menggunakan nama “Riana Dwi Kurniawati”.

Namun sekitar 10 menit kemudian, perempuan yang sama kembali tampil di sesi berbeda. Ia terlihat mengganti jilbab dan menggunakan identitas lain. Kali ini ia memperkenalkan diri sebagai “Dimas Fajar Prasetyo”.

Pada sesi kedua itu, ia membawakan penelitian berjudul AI-Fused Satellite Climate, Urban Heat and PCV Uptake to Prioritise Pneumococcal Booster Strategies for Frail Older Adults in LMIC Megacities.

Sosok Prihantini Jadi Perhatian

Menurut Dwi, perempuan tersebut bahkan memperkenalkan dirinya kepada peserta lain dengan nama “Dimas”. Belakangan diketahui perempuan itu bernama Prihantini.

Hal lain yang menimbulkan pertanyaan ialah nama Prihantini tidak tercantum dalam daftar penulis dua penelitian tersebut.

Berdasarkan penelusuran di laman resmi ISPPD, Prihantini diketahui mengajukan empat penelitian bersama Rifaldy Fajar dan Rini Winarti. Dalam data konferensi itu, Prihantini dan Rifaldy menggunakan afiliasi AI-Biomedicine Research Group, IMCDS Biomed Research Foundation, Jakarta.

Sementara itu, Rini Winarti mencantumkan Departemen Biologi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai institusinya.

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa Prihantini, Rifaldy Fajar, Rini Winarti, dan Riana Dwi Kurniawati berasal dari kampus yang sama. Mereka diketahui merupakan alumni Universitas Negeri Yogyakarta atau UNY.

Prihantini merupakan alumni jurusan Matematika angkatan 2015. Rifaldy berasal dari jurusan yang sama angkatan 2014. Rini Winarti adalah alumni Biologi angkatan 2014. Sedangkan Riana berasal dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2015.

Pernah Raih Prestasi di Ajang Internasional

Nama Rifaldy dan Rini sebelumnya juga pernah mencatat prestasi internasional. Keduanya sempat meraih medali emas dalam ajang The Egyptian International Invention and Innovation Exhibition atau EGYPTINVENT 2016 di Kairo, Mesir.

Selain itu, Rifaldy, Prihantini, dan Riana juga pernah tergabung dalam tim Departemen Pengembangan Kreativitas Mahasiswa BEM KM UNY. Tim tersebut berhasil meraih medali emas dalam ajang The 2nd World Invention and Innovation Forum di Foshan, China, pada November 2017.

Di tengah polemik yang berkembang, pihak Universitas Negeri Yogyakarta menyatakan masih melakukan penelusuran. Penelusuran itu dilakukan terkait keterlibatan para alumninya dalam kasus tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto, mengatakan pihak kampus masih mendalami informasi yang beredar.

Sementara itu, Rifaldy sebelumnya sempat mengunggah pernyataan melalui akun Threads dan Instagram pribadinya. Ia mengatakan bahwa dirinya bersama tim peneliti lain tengah menyiapkan klarifikasi. Namun unggahan tersebut kemudian menghilang. Akun media sosialnya juga diketahui telah ditutup.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas di dunia akademik. Banyak pihak berharap polemik seperti ini tidak kembali terulang. Publik juga berharap kejadian ini menjadi yang terakhir agar kepercayaan terhadap riset Indonesia tetap terjaga di forum internasional.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Film “Meong! ” Mahasiswa ITB Raih Most Inspiring Film Award

Pemuja.com – Film pendek “Meong!” karya mahasiswa Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM ITB) berhasil meraih penghargaan Most Inspiring Film Award dalam...

Leo/Daniel Raih Emas Asian Games 2026, Tumbangkan China

Pemuja.com – Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil meraih medali emas nomor individu Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka menaklukkan pasangan China...

Related Articles

Sebaran Asap Karhutla Terdeteksi Di Jakarta hingga Jabar

Pemuja.com – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatra dan Kalimantan...

Krisis BBM di Bali, Pemerintah Terapkan Ganjil Genap

Pemuja.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum...

Aksi Nyeleneh Para Pimpinan Daerah Kalimantan saat Warganya Susah Bernapas

Pemuja.com – Warga di sejumlah wilayah Kalimantan harus menderita menghadapi kabut asap...

Kasus Tanah Summarecon Memanas, Nusron Dua Kali Absen, Uang Hercules Disita KPK

Pemuja.com – Ada yang menarik dari perkembangan kasus dugaan korupsi pengurusan hak...