Home Berita Dollar AS Sentuh Rp17.500 Saat Ekonomi Indonesia Disebut Tumbuh 5,61 Persen
BeritaBusinessEkonomiNasional

Dollar AS Sentuh Rp17.500 Saat Ekonomi Indonesia Disebut Tumbuh 5,61 Persen

Share
Dolar Terus Naik
Dolar Terus Naik
Share

Pemuja.com – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah dolar Amerika Serikat menembus level Rp17.500 pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global yang masih tinggi.

Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi berbagai faktor eksternal. Mulai dari tingginya suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik dunia, hingga keluarnya dana asing dari pasar negara berkembang.

Kondisi tersebut membuat rupiah terus bergerak melemah dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga barang impor serta biaya produksi industri nasional.

Pemerintah Siapkan Intervensi Pasar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah bersama Bank Indonesia menyiapkan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Intervensi tidak hanya dilakukan di pasar valuta asing, tetapi juga dapat menyasar pasar obligasi negara. Pemerintah bahkan menyiapkan keterlibatan Danantara untuk membantu menjaga stabilitas surat utang negara jika tekanan pasar meningkat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mencegah tekanan lebih dalam terhadap rupiah maupun pasar keuangan domestik.

Dunia Usaha Mulai Waspada

Melemahnya rupiah ke level Rp17.500 mulai dirasakan dunia usaha. Banyak sektor industri nasional masih bergantung pada bahan baku impor sehingga kenaikan dolar dapat meningkatkan biaya operasional.

Jika kondisi ini berlangsung lama, tekanan tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat melalui potensi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Pelaku pasar berharap langkah pemerintah dan Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas rupiah agar aktivitas ekonomi nasional tidak ikut melambat.

Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Mulai Dipertanyakan

Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year on year.

Namun angka pertumbuhan tersebut mulai menuai sorotan publik. Sebab di tengah klaim ekonomi tumbuh, banyak masyarakat kelas menengah ke bawah justru mengaku kondisi hidup semakin berat.

Harga kebutuhan pokok terus naik, daya beli terasa menurun, sementara lapangan pekerjaan dinilai semakin sulit didapat. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan secara merata atau hanya terlihat kuat dalam data statistik.

Situasi tersebut juga diperparah dengan melemahnya rupiah hingga menembus Rp17.500 per dolar AS. Jika kondisi ini berlangsung lama, tekanan terhadap biaya hidup masyarakat dikhawatirkan akan semakin besar.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Sosok Cole Allen, Pelaku Penembakan di Acara Trump Terungkap

Pemuja.com – Insiden penembakan yang mengguncang acara bergengsi White House Correspondents’ Dinner yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap sosok pelaku bernama...

Terungkap, Dugaan Penyiksaan Anak di Daycare Yogya Gegerkan Publik

Pemuja.com – Berita memilukan datang dari Yogyakarta. Daycare, sebuah tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak justru berubah menjadi sumber ketakutan. Kasus...

Related Articles

Sidang Tuntutan Nadiem Makarim Digelar 13 Mei 2026

Pemuja.com – Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device...

TNI Kembali Kirim 742 Prajurit Perdamaian Siap Berangkat 22 Mei

Pemuja.com – Sebanyak 742 prajurit TNI siap diberangkatkan ke Lebanon pada 22...

Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara Tewaskan 3 Pendaki

Pemuja.com – Erupsi Gunung Dukono menelan korban jiwa setelah tiga pendaki dilaporkan...

Trump Tolak Proposal Damai Iran, Harga Minyak Mentah Melonjak

Pemuja.com – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan awal pekan...