Pemuja.com – Polisi mengungkap perkembangan terbaru terkait temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejumlah airsoft gun yang ditemukan ternyata dalam kondisi rusak dan tidak utuh.
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech mengatakan kondisi tersebut diketahui setelah Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ditemukan.
“Senjata airsoft gun itu sudah kondisinya menurut Puslabfor sudah rusak, sudah tidak utuh,” kata Alpino kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Ruangan Bukan Bunker
Polisi juga meluruskan informasi mengenai lokasi penyimpanan senjata. Ruangan tersebut sebelumnya disebut sebagai bunker.
Namun, polisi memastikan lokasi itu sebenarnya merupakan basement. Ruangan tersebut terhubung dengan ruangan lain di kompleks sekolah.
“Sebetulnya itu bukan bunker, melainkan basemen yang terhubung dengan ruangan,” ujar Alpino.
Basement tersebut memiliki akses berupa tangga dan telah diperiksa oleh petugas. Polisi tidak menemukan barang berbahaya lain di lokasi tersebut.
Setelah pemeriksaan selesai, garis polisi di lokasi juga telah dilepas. Pihak yayasan dapat kembali menggunakan area tersebut sesuai ketentuan.

Puslabfor Periksa Tiga Ruangan
Puslabfor Polri mengerahkan dua tim untuk melakukan pemeriksaan. Tim pertama bertugas memeriksa senjata. Tim lainnya mengambil sampel DNA.
Pemeriksaan DNA dilakukan di tiga ruangan yang berkaitan dengan penemuan senjata. Lokasinya meliputi ruangan mantan ketua yayasan, ruangan sekretaris, serta ruangan sarana dan prasarana.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui pihak yang pernah masuk atau melakukan kontak dengan ruangan tersebut.
Dari pemeriksaan, Puslabfor mengamankan 30 item yang berkaitan dengan senjata. Barang tersebut terdiri atas airsoft gun, amunisi, magasin, serta sejumlah suku cadang.
Polisi juga menemukan perlengkapan lain seperti sasaran tembak dan gagang senjata.
Ratusan Senjata Ditemukan
Sebelumnya, polisi mengungkap adanya 996 pucuk senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah. Penemuan berlangsung pada 10-11 Juli 2026 dan kembali ditemukan pada Rabu (5/8/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 995 pucuk merupakan senapan angin. Sementara satu lainnya merupakan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA.
Senjata api tersebut disebut milik seorang pria berinisial DS. Dia diketahui merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin.
Meski jumlah awal yang ditemukan mencapai ratusan, pemeriksaan Puslabfor terhadap barang terkait senjata mencatat 30 item yang diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.

Temuan Senjata Berkaitan dengan Konflik Yayasan
Kasus ini juga tidak terlepas dari konflik internal di yayasan pengelola sekolah.
Kuasa hukum mantan ketua yayasan berinisial IWD menyebut pihak yayasan sebenarnya telah mengetahui keberadaan senjata tersebut. Namun, persoalan itu kembali mencuat setelah terjadi konflik kepengurusan.
Sementara pihak sekolah membenarkan adanya konflik internal. Perselisihan tersebut disebut menjadi jalan masuk hingga ruangan mantan ketua yayasan dapat dibuka.
Setelah mendapatkan akses ke ruangan tersebut, pihak yayasan menemukan berbagai barang. Selain ratusan senjata, mereka juga mengaku menemukan narkotika dan puluhan CD porno.
Polisi masih mendalami asal-usul seluruh senjata dan barang yang ditemukan. Penyidik juga terus menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanan barang-barang tersebut.
Hingga kini, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih dilakukan untuk mengungkap secara jelas bagaimana ratusan senjata tersebut bisa berada di lingkungan sekolah.
Baca Artikel Lainnya :
- Polisi : Temuan Senjata di Sekolah Jaksel, Adalah Airsoft Gun
- Kebakaran Bromo Meluas, 742 Hektare Lahan Terbakar
- Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
- Setelah Kasus OpenAI dan AI Anthropic, Pakar Khawatir Apakah AI Akan Lepas Kendali?
- 30 Ribu Kopdes Merah Putih Ditargetkan Rampung 16 Agustus
Leave a comment