Home Berita Lapas Cibinong Geger! Ombudsman Temukan Kamar Bak Apartemen
BeritaKriminalNasional

Lapas Cibinong Geger! Ombudsman Temukan Kamar Bak Apartemen

Share
Lapas Cibinong
Lapas Cibinong
Share

Pemuja.com – Lembaga pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat bagi warga binaan untuk menjalani hukuman sekaligus menebus kesalahan.

Namun, bagaimana jika di balik tembok lapas justru ditemukan fasilitas yang membuat sebagian penghuninya bisa hidup jauh lebih nyaman?

Hal itu terungkap di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ombudsman RI menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas yang disebut berstandar apartemen. Temuan ini semakin menjadi sorotan karena tim Ombudsman mengaku sempat dihalangi ketika hendak melakukan pemeriksaan.

Fasilitas Bak Apartemen

Dalam pemeriksaan tersebut, Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar di bagian belakang lapas.

Fasilitasnya cukup lengkap. Ada ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas hingga berbagai perlengkapan rumah tangga. Ukuran bangunannya juga disebut sekitar tipe 36.

Ombudsman turut menemukan sekitar enam sampai tujuh orang yang diduga merupakan warga binaan berada di kawasan tersebut. Salah seorang penghuni bahkan disebut mengaku kepada Ombudsman bahwa dirinya membayar untuk bisa menempati fasilitas tersebut.

Namun, Ombudsman belum mengetahui berapa besar uang yang dibayarkan dan kepada siapa pembayaran dilakukan.

Di sisi lain, petugas lapas disebut memberikan penjelasan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat istirahat petugas. Ombudsman masih mendalami perbedaan keterangan tersebut.

Napi Kasus Apa Saja di Lapas Cibinong

Lapas Cibinong diketahui dihuni warga binaan dengan berbagai latar perkara.

Ombudsman menyebut di antaranya terdapat terpidana korupsi, tindak pidana pencucian uang atau TPPU, hingga terpidana perkara korupsi PT Asabri.

Namun, belum ada bukti yang memastikan bahwa narapidana kasus korupsi atau TPPU merupakan penghuni kamar dengan fasilitas bak apartemen tersebut. Identitas penghuni juga masih didalami.

Nama Ferdy Sambo turut menjadi perhatian karena merupakan salah satu warga binaan di Lapas Cibinong. Namun, Ombudsman belum memastikan apakah Sambo pernah menempati fasilitas yang ditemukan tersebut.

“Ada Apa Kok Kami Dihalangi?”

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menjadi salah satu petugas yang datang langsung dalam pemeriksaan tersebut.

Ia mengaku tim Ombudsman sempat mendapat hambatan ketika hendak masuk ke area yang diperiksa.

Kondisi itu justru membuat tim semakin mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik kawasan tersebut.

“Tentu kami semakin bertanya, ada apa kok kami dihalang-halangi?” ujar Fikri.

Setelah berhasil masuk, tim kemudian menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas yang dinilai tidak biasa untuk lingkungan lapas.

Fikri bahkan menggambarkan fasilitas tersebut memiliki standar seperti apartemen.

Ombudsman juga menyebut kejadian penghalangan bukan pertama kali terjadi. Tim sebelumnya mengaku mengalami hambatan saat melakukan pemantauan.

Baca Juga : Demo Buruh Jakarta Hari Ini, 50 Ribu Massa Turun ke Jalan

Yusril Persilakan Media Datang

Temuan Ombudsman kemudian mendapat respons dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.

Yusril mempersilakan media melihat langsung kondisi fasilitas yang ditemukan Ombudsman.

Menurutnya, pemeriksaan perlu dilakukan secara terbuka untuk memastikan fungsi sebenarnya dari bangunan tersebut. Apakah merupakan tempat tinggal atau istirahat petugas, fasilitas asimilasi, atau memang digunakan oleh warga binaan tertentu.

Yusril juga meminta dugaan pelanggaran ditindak apabila memang terbukti. Sebaliknya, fakta di lapangan juga harus diperiksa secara menyeluruh agar tidak muncul kesimpulan yang belum terbukti.

Kini, Ombudsman masih mendalami siapa saja yang menggunakan kamar tersebut dan bagaimana fasilitas itu bisa berada di dalam kawasan lapas.

Pertanyaan lainnya adalah apakah benar ada pembayaran untuk mendapatkan fasilitas khusus tersebut.

Jika terbukti, persoalannya bukan lagi sekadar soal kamar mewah di balik tembok lapas, tetapi juga menyangkut pengawasan dan perlakuan terhadap warga binaan.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Update Pencarian 5 Jurnalis Yang Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Pemuja.com – Update terbaru mengenai pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan hari ini, Kamis (10/9/2026). Tim...

iPhone Duo Resmi Meluncur, Apple Akhirnya Masuk Persaingan HP Lipat

Pemuja.com – Apple akhirnya masuk ke persaingan ponsel lipat. Perusahaan tersebut resmi memperkenalkan iPhone Duo, perangkat lipat premium yang menjadi model pertama Apple...

Related Articles

Demo Buruh Jakarta Hari Ini, 50 Ribu Massa Turun ke Jalan

Pemuja.com – Sekitar 50 ribu buruh menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta,...

Rektor UINSA Mundur Usai Didemo, Kemenag Siapkan Pengganti

Pemuja.com – Akh. Muzakki mengundurkan diri dari jabatan Rektor Universitas Islam Negeri...

Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Syarat Pendidikan Gibran

Pemuja.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap hasil pengawasan terhadap pencalonan Gibran...

Jasad Surakhman Kru Kapal Jurnalis Yang Hilang Ditemukan

Pemuja.com – Identitas jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya...