Pemuja.com – Perubahan cuaca belakangan ini membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Hujan yang datang tiba-tiba, suhu yang berubah-ubah, hingga cuaca panas yang kembali muncul dalam waktu singkat membuat tubuh harus beradaptasi.
Di tengah kondisi tersebut, penyakit saluran pernapasan seperti influenza juga menjadi perhatian.
Data pemantauan Kementerian Kesehatan menunjukkan aktivitas influenza di Indonesia mengalami peningkatan. Pada pemeriksaan minggu ke-37 tahun 2026, dari 199 spesimen yang diperiksa, sebanyak 116 dinyatakan positif influenza.
Yang menarik, sebagian besar kasus tersebut merupakan Influenza A. Terdapat 105 kasus A(H1N1)pdm09 dan tujuh kasus A(H3N2). Sementara empat kasus lainnya merupakan Influenza B Victoria.

Apa Itu Influenza A?
Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A.
Virus ini berbeda dengan penyebab batuk pilek biasa. Influenza A memiliki sejumlah subtipe dan dapat mengalami perubahan genetik.
Virus ini juga menjadi salah satu penyebab utama influenza musiman. Beberapa jenis Influenza A dapat menginfeksi manusia, sementara virus dalam kelompok yang sama juga ditemukan pada hewan.
Influenza A Sedang Banyak Ditemukan
Data terbaru Kemenkes memperlihatkan Influenza A mendominasi hasil pemeriksaan influenza.
Selain A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2), pemerintah juga memantau H3N2 Subclade K. Hingga minggu ke-37 tahun 2026, tercatat 188 kasus Subclade K sejak 2025.
Kasus tersebut tersebar di 20 provinsi. Temuan terbanyak berada di DKI Jakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Kondisi ini menunjukkan virus influenza masih aktif beredar. Karena itu, gejala yang muncul sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai batuk pilek biasa.

Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali
Influenza biasanya muncul cukup tiba-tiba.
Gejala yang umum antara lain demam atau tubuh terasa meriang, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan tubuh terasa lelah.
Pada sebagian orang, terutama anak-anak, influenza juga dapat disertai mual, muntah atau diare.
Tidak semua penderita mengalami demam. Karena itu, tidak adanya demam bukan berarti seseorang pasti terbebas dari influenza.
Dibandingkan batuk pilek biasa, influenza cenderung muncul lebih mendadak. Rasa lelah dan nyeri badan juga dapat terasa lebih kuat.
Gejala umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terinfeksi. Rata-ratanya sekitar dua hari.
Cara Penularan Influenza A
Influenza A terutama menyebar melalui partikel pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.
Penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata.
Salah satu alasan influenza mudah menyebar adalah seseorang dapat menularkan virus sebelum menyadari dirinya sakit.
Masa paling menular biasanya terjadi pada tiga hari pertama setelah gejala muncul. Namun, penularan masih dapat terjadi beberapa hari berikutnya.
Baca Juga : Gelagapan! Kalapas Cibinong Dicecar DPR Soal Kondisi Lapas
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Influenza dapat menyerang siapa saja. Namun, risiko mengalami komplikasi lebih tinggi pada anak-anak, terutama balita, orang lanjut usia, ibu hamil serta mereka yang memiliki penyakit tertentu seperti asma, diabetes atau penyakit jantung.
Pada sebagian besar orang, influenza dapat pulih dalam beberapa hari. Namun, pada kelompok rentan, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia atau memperburuk penyakit kronis yang sudah ada.
Dalam kondisi yang berat, komplikasi tersebut dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kematian.
Karena itu komplikasi influenza tetap perlu diwaspadai, terutama pada kelompok yang memiliki faktor risiko.
Tetap Waspada di Tengah Perubahan Cuaca
Perubahan cuaca bukan penyebab langsung Influenza A. Penyebabnya tetap virus influenza.
Namun, perubahan suhu dan kebiasaan masyarakat saat cuaca berubah dapat memengaruhi pola penularan penyakit pernapasan.
Saat hujan, misalnya, masyarakat cenderung lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Jika ruangan penuh dan sirkulasi udaranya kurang baik, peluang penularan virus pernapasan dapat meningkat.
Karena itu, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga sirkulasi udara serta menggunakan masker ketika sedang sakit menjadi langkah sederhana untuk mengurangi penyebaran.
Influenza A bukan penyakit baru. Namun, dengan aktivitas virus yang masih terpantau meningkat, masyarakat tetap perlu mengenali gejalanya dan tidak menganggap remeh ketika kondisi mulai memburuk.
Leave a comment