Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan pada Sabtu (22/8/2026) untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prabowo juga akan memimpin langsung upaya penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo berangkat ke Kalimantan pada Sabtu pagi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan secara cepat dan terpadu.
“Sabtu pagi ini, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo langsung terbang menuju Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan,” ujar Teddy dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
TNI-Polri Turun ke Empat Provinsi
Sebelum berangkat, Prabowo telah menginstruksikan jajaran TNI dan Polri untuk turun langsung membantu penanganan karhutla. Pejabat utama TNI-Polri juga dibagi untuk bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat di empat provinsi terdampak di Kalimantan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Selain membantu pemadaman, aparat juga melakukan pemantauan serta pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
52 Pesawat Dikerahkan
Pemerintah juga memperkuat penanganan karhutla melalui operasi udara. Hingga Jumat (21/8/2026), sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan.
Enam provinsi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Dari total 52 pesawat, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berada di Sumatra.
Pengerahan armada udara tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan penanganan karhutla, termasuk pemantauan dan pemadaman dari udara.
Lima Pesawat TNI AU Dikirim ke Kalimantan
Penguatan operasi juga dilakukan TNI Angkatan Udara. Sebanyak lima pesawat TNI AU diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Jumat (21/8/2026).
Kelima pesawat tersebut dikirim menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.
Pengiriman lima pesawat tersebut menjadi tambahan kekuatan udara di tengah penanganan kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan.

OMC Terus Dioptimalkan
Selain pemadaman langsung, pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan dukungan dalam penanganan karhutla.
Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis. Karena itu, operasi tersebut tidak dapat dilakukan secara optimal di setiap wilayah.
Di Kalimantan Tengah, misalnya, OMC telah dilakukan dalam dua periode, yakni 27 Juli–4 Agustus dan 11–15 Agustus 2026. Pemerintah mencatat kondisi masih relatif kering dengan pertumbuhan awan hujan yang terbatas sehingga peluang pelaksanaan OMC dalam waktu dekat menjadi minim.
Penanganan Karhutla Diperkuat
Pemerintah sebelumnya telah menginstruksikan penanganan karhutla secara maksimal dan terkoordinasi. Kondisi cuaca yang kering serta penguatan fenomena El Nino disebut meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.
Presiden Prabowo juga telah meminta seluruh sumber daya yang tersedia dimanfaatkan untuk mencegah kebakaran meluas. Upaya tersebut mencakup pemantauan titik api, OMC, water bombing, serta pengerahan helikopter dan pesawat.
Dengan turun langsung ke Kalimantan, Prabowo diharapkan dapat memastikan koordinasi dan pengerahan sumber daya untuk menangani karhutla berjalan secara maksimal di lapangan.
Leave a comment