Home Berita Korban Meninggal hingga Pasukan Berikat Kepala Putih, Ini Fakta Pascademo DPR
BeritaNasionalPolitik

Korban Meninggal hingga Pasukan Berikat Kepala Putih, Ini Fakta Pascademo DPR

Share
Pasca Demo
Pasca Demo
Share

Pemuja.com – Dua hari setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), situasi memang mulai kembali normal. Namun, sejumlah persoalan dari aksi yang berujung kericuhan masih menjadi perhatian.

Polda Metro Jaya menyebut 322 orang telah diamankan setelah kericuhan. Dari jumlah tersebut, 45 orang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam perusakan fasilitas umum dan penganiayaan.

Dan seperti biasa, Polisi juga menemukan kelompok yang membawa senjata tajam dan masih mendalami dugaan adanya pihak yang menggerakkan maupun membiayai massa.

Sebelum Demo, 65 Orang Sudah Diamankan

Yang menarik, pengamanan sebenarnya sudah dilakukan sebelum aksi berlangsung.

Polisi sebelumnya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi aksi. Dari kelompok tersebut ditemukan barang bukti seperti senjata tajam, airsoft gun, jeriken berisi bensin dan botol kaca yang diduga disiapkan untuk membuat bom molotov.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena anehnya, jenis barang yang diamankan hampir sama semua.

Korban Meninggal di Tengah Kericuhan

Kericuhan juga menimbulkan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59), warga yang berada di kawasan Pejompongan, meninggal setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri saat situasi sedang ricuh.

Bambang bukan bagian dari massa demonstran. Ia merupakan pedagang cermin yang beraktivitas di sekitar lokasi. Korban mengalami pengeroyokan dari orang tak dikenal, ia sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Polisi masih mendalami penyebab kematiannya dan dugaan penganiayaan yang dialami korban.

Kematian Bambang kemudian menimbulkan pertanyaan lain: sejauh mana empati pemerintah, DPR dan kepolisian kepada keluarga korban?

Untuk sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tercatat sudah datang ke rumah duka pada Jumat (28/8). Pramono menemui istri dan anak Bambang serta berbincang dengan keluarga sekitar 30 menit.

Dari kepolisian, pihak Polda Metro Jaya juga disebut telah berkoordinasi dengan keluarga korban. Polisi sempat mengajukan autopsi, tetapi keluarga menolak dan keputusan tersebut dihormati.

Sementara itu, publik masih menunggu apakah akan ada perhatian serupa dari DPR sebagai lembaga yang menjadi lokasi aksi. Sebab, terlepas dari siapa yang bertanggung jawab atas kericuhan, meninggalnya warga sipil di tengah situasi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius.

Pasukan Berikat Kepala Putih Jadi Sorotan

Yang menjadi sorotan, selain banyaknya pasukan Intel Kepolisian berkaos hitam, juga muncul pula video dan kesaksian mengenai kelompok orang yang mengenakan ikat kepala putih dan membawa bambu, bahkan sajam.

Kelompok tersebut terlihat berada di sekitar Slipi ketika kericuhan berlangsung. Mereka disebut terlibat dalam aksi pemukulan terhadap sejumlah orang di lokasi.

Dari beberapa video di sosial media, mereka datang sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan truk, bus, dan ada juga yang menggunakan kendaraan pribadi namun tidak menggunakan ikat kepala putih.

Kedatangan mereka terkesan terorganisir karena langsung memukuli massa di sekitaran DPR. Namun, identitas dan tujuan kelompok tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Lima Truk Dirusak

Kericuhan juga menyebabkan lima unit truk di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, mengalami kerusakan.

Polisi memastikan kelima truk tersebut telah dievakuasi pada Jumat pagi. Namun, polisi membantah informasi bahwa kelima truk itu dibakar. KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo menyatakan yang terjadi adalah perusakan, bukan pembakaran.

Kelima truk tersebut yang diduga membawa massa berikat kepala putih. Sejumlah pemberitaan menyebut adanya anggota ormas yang datang menggunakan truk dan membawa bambu. Ada pula informasi mengenai pemukulan terhadap warga atau pengemudi ojek online yang kemudian memicu kemarahan massa.

Apakah GRIB Terlibat?

Nama GRIB Jaya akhirnya ikut menjadi sorotan. Kemunculan rombongan menggunakan truk, kelompok berikat kepala putih dan dugaan pemukulan membuat pertanyaan mengenai keterlibatan organisasi tersebut semakin ramai.

Namun, sejauh ini keterlibatan GRIB secara kelembagaan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.

Polisi masih perlu memastikan siapa orang-orang yang berada di dalam rombongan tersebut, apa tujuan kedatangan mereka, siapa yang melakukan pemukulan, serta apakah tindakan tersebut merupakan keputusan organisasi atau dilakukan oleh individu.

Di sisi lain, kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, membantah bahwa organisasi tersebut terlibat dalam kerusuhan. Ia menegaskan GRIB Jaya secara kelembagaan tidak terlibat dalam aksi kericuhan tersebut.

Baca Juga : Muktamar NU ke-35: Bursa Ketum Memanas, Nama Nasaruddin Umar Ikut Disebut

Setelah Demo, Pertanyaan Justru Bertambah

Dua hari setelah demo, persoalan yang tersisa bukan hanya soal 322 orang yang diamankan dan 45 tersangka.

Masyarakat juga menunggu penjelasan mengenai siapa yang memicu kerusuhan, siapa yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal, siapa kelompok berikat kepala putih tersebut, serta siapa yang membawa senjata dan bahan yang diduga dipersiapkan untuk membuat bom molotov.

Termasuk pertanyaan mengenai GRIB, semuanya perlu dijawab berdasarkan bukti dan penyelidikan, bukan sekadar dugaan.

Di sisi lain, perhatian terhadap keluarga korban juga tidak boleh berhenti pada kunjungan melayat. Masyarakat tentu berharap kasus meninggalnya Bambang Setiyawan diusut secara transparan dan keluarga mendapatkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam kericuhan tersebut.

Sebab di balik angka ratusan orang yang diamankan, puluhan tersangka dan berbagai kerusakan fasilitas, ada warga yang kehilangan nyawa dan keluarga yang harus menanggung duka.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

BNN Gerebek Kampung Bahari, Bandar Narkoba Beri Perlawanan

Pemuja.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Penggerebekan dilakukan untuk mengembangkan kasus dugaan peredaran...

Utang RI Tembus 10.000 Triliun, Purbaya: Masih di Bawah 60%

Pemuja.com – Utang pemerintah Indonesia mencapai sekitar Rp10.293 triliun. Meski nominalnya terus meningkat, pemerintah menilai posisi utang masih berada dalam batas aman karena...

Related Articles

Muktamar NU ke-35: Bursa Ketum Memanas, Nama Nasaruddin Umar Ikut Disebut

Pemuja.com – Nahdlatul Ulama (NU) kembali memasuki momentum penting. Muktamar ke-35 NU...

Ribuan Warga Pontianak Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap

Pemuja.com – Ribuan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), melaksanakan Salat Istisqa...

Kemenkes : Kualitas Udara 25 Wilayah Terdampak Karhutla Buruk

Pemuja.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kondisi kualitas udara di 25 kabupaten/kota...

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun

Pemuja.com – Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus...