Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026), untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan baik. Prabowo juga ingin melihat langsung kondisi para pengungsi serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden akan melihat kondisi masyarakat terdampak sekaligus mengecek penanganan bencana di lapangan. Pemerintah, kata Prasetyo, memastikan masyarakat tidak menghadapi dampak bencana sendirian.
Gempa NTT Telan 103 Korban Jiwa
Kunjungan Prabowo dilakukan di tengah penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data terbaru BNPB per 25 Agustus, jumlah korban meninggal dunia mencapai 103 orang. Sementara itu, sebanyak 1.666 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. BNPB masih melakukan pemutakhiran data karena proses penanganan dan pendataan di daerah terdampak terus berlangsung.
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan rumah serta fasilitas umum di sejumlah wilayah NTT. Sebelumnya, BPBD NTT mencatat ribuan rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Ribuan Gempa Susulan NTT Masih Terjadi
Situasi di Flores juga masih dipengaruhi aktivitas gempa susulan. BMKG mencatat sebanyak 7.429 gempa susulan hingga Rabu (26/8) pukul 05.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, 33 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, sedangkan 143 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan. Warga masih menghadapi kekhawatiran untuk kembali ke rumah, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Bantuan Logistik Terus Disalurkan
Sebelum kunjungan ke NTT, pemerintah telah mengirimkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Sekretariat Negara mencatat sejak 15 hingga 24 Agustus, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 204 ton sembako dan 27 ton makanan siap saji ke sejumlah wilayah terdampak di Flores. Bantuan lain yang dikirim meliputi air mineral, obat-obatan, tenda, selimut, matras, hingga peralatan komunikasi.
Pada 24 Agustus, pemerintah juga mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara menuju NTT. Pesawat tersebut membawa sekitar 31 ton logistik siap makan untuk masyarakat terdampak di wilayah Labuan Bajo dan Maumere.
Dukungan kesehatan juga diperkuat. KRI Soeharso-990 telah difungsikan sebagai rumah sakit lapangan di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Selain itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga berada di wilayah Manggarai Timur untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Siapkan Pemulihan Pascabencana
Penanganan gempa NTT tidak hanya difokuskan pada masa tanggap darurat. Pemerintah juga menyiapkan tahapan pemulihan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.
BNPB menyiapkan bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan. Rumah dengan kategori rusak ringan mendapatkan dukungan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang memperoleh Rp30 juta.
Untuk rumah yang mengalami rusak berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap. Sambil menunggu proses tersebut, warga dapat memperoleh dukungan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu atau menempati hunian sementara.
Melalui kunjungan ke NTT, Prabowo ingin memastikan berbagai upaya tersebut benar-benar berjalan di lapangan. Pemerintah juga menegaskan pemulihan tidak berhenti setelah masa tanggap darurat selesai, tetapi akan dilanjutkan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas serta kehidupan masyarakat terdampak.
Baca Artikel Lainnya :
- Prabowo ke NTT, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
- Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Berlayar dari Italia
- Rekening Aktivis Pati yang Diblokir, Bank Mandiri Di Boikot
- Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3,5 Miliar, Denny Sudah Hubungi Mantan Kampus Sang Wapres
- 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda, Polisi : Buka Lahan untuk Sawit
Leave a comment