Pemuja.com – Bersiaplah, Jakarta akan kembali diwarnai aksi unjuk rasa selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 6–8 Oktober 2026. Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang melintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI, untuk mengantisipasi kepadatan dan menyiapkan jalur alternatif.
Informasi Ditlantas Polda Metro Jaya @tmcpoldametro menyebutkan aksi berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Salah satu ruas yang perlu diwaspadai adalah Jalan Gatot Subroto arah Slipi, tepat di depan kompleks parlemen. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Buruh Turun pada 6 Oktober
Aksi yang berlangsung pada Selasa, 6 Oktober, melibatkan sekitar 6.000 buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia atau KBPBI.
Mereka menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR untuk mengawal pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Salah satu perhatian utama buruh adalah kepastian kerja, pembatasan sistem outsourcing dan pekerja kontrak, serta perlindungan hak pekerja.
Polda Metro Jaya menyiagakan 11.261 personel gabungan untuk mengamankan aksi tersebut. Sebanyak 2.055 personel di antaranya merupakan personel lalu lintas.
Aksi buruh ini juga merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi KBPBI yang sebelumnya digelar pada akhir September. Sejumlah organisasi buruh disebut tergabung dalam koalisi tersebut.

PPPK Dijadwalkan Demo 7 Oktober
Pada Rabu, 7 Oktober, kelompok PPPK dan PPPK paruh waktu juga dijadwalkan menggelar aksi di Jakarta.
Aksi tersebut disebut digelar oleh Aliansi Merah Putih (AMP), yang berisi forum PPPK dan PPPK paruh waktu. Mereka berencana menagih janji Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sebelumnya bertemu dengan perwakilan mereka pada September.
Pengemudi Akan Turun 8 Oktober
Sementara pada Kamis, 8 Oktober, aksi juga dijadwalkan oleh kelompok pengemudi.
Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) bersama Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN) dan sejumlah kelompok pengemudi dari berbagai daerah menyatakan akan menggelar aksi. Isu yang dibawa antara lain kelangkaan solar dan persoalan tata kelola sektor transportasi serta logistik.
Dengan adanya beberapa agenda aksi tersebut, masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan Senayan dan sekitarnya disarankan mengatur waktu perjalanan.
Baca Juga : Peneliti Laboratorium Antipes Rusia Meninggal Misterius
Jalan yang Perlu Diwaspadai
Kawasan paling terdampak berada di sekitar Gedung DPR/MPR RI, terutama Jalan Gatot Subroto arah Slipi.
Polisi menyiapkan sejumlah jalur alternatif, antara lain melalui kawasan Gerbang Pemuda, Asia Afrika, Palmerah dan Pejompongan. Rekayasa lalu lintas tidak bersifat permanen dan dapat berubah mengikuti kondisi massa di lapangan.
Pengguna jalan juga diharapkan mengikuti arahan serta imbauan petugas kepolisian di lapangan demi menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas selama rangkaian aksi berlangsung.
Leave a comment