Pemuja.com – Menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (28/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak melemah. Tekanan jual membayangi pasar saham Indonesia di tengah kekhawatiran investor terhadap evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG membuka perdagangan dengan penurunan 17,06 poin atau 0,32 persen ke level 5.249,07. Hingga pukul 11.50 WIB, indeks terus melemah ke level 5.171 atau turun sekitar 1,7 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Saat itu, IHSG kehilangan 1,99 persen atau 106,96 poin hingga berakhir di level 5.266,13.
Sentimen MSCI Masih Membayangi Pasar
MSCI tengah mengkaji kemungkinan menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market.
Kekhawatiran ini muncul karena persoalan transparansi kepemilikan saham dan dugaan transaksi terkoordinasi.
Di tengah situasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendorong Indonesia membuat dan menentukan peringkat pasar modal sendiri.
“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” tulis Dasco melalui akun Instagram pribadinya.
Namun, upaya tersebut tetap perlu diikuti perbaikan transparansi dan tata kelola pasar modal agar kepercayaan investor domestik maupun asing tetap terjaga.

Baca Juga : Efek MSCI, BEI Akan Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Bagaimana Perkiraan IHSG Siang Nanti?
Pada perdagangan sesi pertama, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah jika tekanan jual berlanjut.
Sejumlah analis menempatkan level 5.185 sebagai area dukungan atau support terdekat. Jika indeks mampu bertahan di atas area tersebut dan tekanan jual mereda, peluang pemulihan tetap terbuka.
Sebaliknya, jika IHSG menembus level 5.185, indeks berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 5.105 hingga 5.073.
Untuk pergerakan hingga pembukaan sesi kedua pukul 13.30 WIB, investor perlu mencermati apakah IHSG mampu bertahan di atas area 5.185 atau justru melanjutkan koreksi. Pergerakan rupiah, transaksi investor asing, dan sentimen MSCI juga dapat memengaruhi arah indeks.
Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, investor mungkin tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pergerakan IHSG pada sesi pertama akan menjadi salah satu petunjuk untuk melihat arah pasar pada perdagangan siang nanti.
Leave a comment