Home Berita Setelah Lama Lesu, Kini KPK Bangkit, Telusuri Kasus Whoosh
BeritaNasional

Setelah Lama Lesu, Kini KPK Bangkit, Telusuri Kasus Whoosh

Share
Ada Apa Dengan Whoosh???
Ada Apa Dengan Whoosh???
Share

Pemuja.com – KPK, lembaga yang beberapa tahun terakhir sempat dinilai melempem karena jarang mengungkap kasus besar dan terkesan kehilangan taring, kini mulai menunjukkan tajinya. Setelah sempat diterpa isu internal dan kepemimpinan yang dianggap bermasalah, lembaga antirasuah itu kembali menggeliat.

Kali ini, sorotan publik tertuju pada langkah KPK yang mulai menelusuri dugaan mark-up raksasa dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Langkah ini menjadi titik balik penting. Proyek yang digadang sebagai simbol kemajuan transportasi Indonesia itu justru membuka kembali perdebatan soal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik.

KPK menyatakan telah menaikkan status kasus dari tahap pengumpulan data ke penyelidikan resmi sejak awal 2025, menandai dimulainya babak baru dalam penelusuran potensi penyimpangan yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Ia menyebut lembaganya tengah mengumpulkan bukti awal dan melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak. “Kami belum bisa menyampaikan siapa saja yang akan dimintai keterangan. Semua masih dalam tahap pengumpulan informasi,” ujarnya.

Dugaan Selisih Anggaran Mencolok

Dugaan mark-up ini pertama kali mencuat lewat pernyataan mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Ia mengungkap bahwa biaya pembangunan kereta cepat versi Indonesia mencapai sekitar 52 juta dolar AS per kilometer, sementara proyek serupa di China hanya berkisar 17 hingga 18 juta dolar AS. Perbedaan mencolok ini memantik dugaan adanya pembengkakan anggaran hingga tiga kali lipat dari standar internasional.

Beberapa media menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan sebagai salah satu pejabat yang berpotensi dimintai keterangan oleh KPK. Namun hingga kini, belum ada jadwal pemeriksaan resmi ataupun pengumuman pihak-pihak yang akan dipanggil. KPK masih menelusuri data dan dokumen dari berbagai kementerian serta BUMN yang terlibat dalam proyek strategis nasional ini.

KPK Terkesan Tertinggal

Meski penyelidikan sudah berjalan sejak awal tahun, publik masih menunggu kejelasan arah dan langkah konkret dari KPK. Keterbatasan informasi soal siapa yang akan diperiksa dan kapan pemeriksaan dimulai menimbulkan tanda tanya besar.

Banyak pihak menilai KPK kini justru tertinggal dari Kejaksaan Agung dan kepolisian, yang beberapa bulan terakhir gencar menggelar perkara besar. Kejagung, misalnya, sukses mengembalikan belasan triliun rupiah hasil sitaan kasus korupsi CPO dan terus menjerat aktor besar di industri migas dan tambang.

Polri pun tampak aktif memproses kasus korupsi pengadaan alat pertanian dan proyek fiktif daerah, bahkan kemarin melakukan pemusnahan barang bukti 214,84 Ton Narkoba yang dipimpin Presiden Prabowo.

Di sisi lain, KPK baru belakangan kembali aktif memeriksa sejumlah mantan pejabat tinggi. Dua nama besar yang kini tengah disorot adalah mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pemanggilan Nadiem disebut terkait audit dana bantuan pendidikan dan potensi penyalahgunaan anggaran transformasi digital. Sementara Yaqut dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan korupsi pengadaan sistem haji dan urusan layanan keagamaan. Meski KPK belum menaikkan kedua kasus itu ke tahap penyidikan, langkah ini dipandang sebagai upaya lembaga tersebut untuk menunjukkan keseriusan menghadapi dugaan korupsi di level menteri.

Ujian Kepercayaan Publik

Kasus dugaan mark-up Whoosh menjadi ujian serius bagi KPK. Publik berharap lembaga ini tidak berhenti pada wacana penyelidikan tanpa hasil nyata. Jika ditemukan bukti kuat, publik menunggu langkah berani: penetapan tersangka dan pembukaan data secara terbuka.

Selama beberapa tahun terakhir, kepercayaan masyarakat terhadap KPK memang menurun. Kini, lembaga ini punya kesempatan besar untuk merebut kembali kepercayaan itu. Menyentuh proyek sebesar Whoosh bukan hanya soal mengungkap dugaan korupsi, tetapi juga membuktikan bahwa hukum di negeri ini masih bisa berjalan tanpa pandang bulu.

Jika KPK berani menuntaskan kasus ini hingga tuntas, publik akan tahu: lembaga ini belum mati, hanya tertidur lama dan kini mulai bangun untuk memburu yang bermain di balik rel cepat, tapi berliku. Whoosh!

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Update Galodo Solok, Satu Korban Tewas dan Potongan Kayu Beredar di Medsos

Pemuja.com – Kabar terbaru dari banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Satu warga ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai...

Sidang Umum PBB 2026 Memanas, Diwarnai Aksi Walk Out

Pemuja.com – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat akan membahas berbagai persoalan dunia. Mulai dari perang...

Related Articles

MotoGP Indonesia 2026 Akhir Pekan Ini, Persaingan Martin dan Marquez Sangat Terasa

Pemuja.com – Mandalika akhir pekan ini akan menjadi ramai kembali. Sirkuit Pertamina...

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Tol Cipularang KM 91, 15 Kendaraan Terlibat

Pemuja.com – Mengerikan, kecelakaan beruntun kembali terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta....

81 Pesawat Militer AS Rusak atau Hilang dalam Perang Iran

Pemuja.com – Kabar terbaru dari perang Amerika-Iran, ternyata sedikitnya sudah 81 pesawat...

Biaya Haji 2027 Resmi Tembus Rp98,4 Juta

Pemuja.com – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi resmi ditetapkan...