Home Berita Gelombang Panas Ekstrem Eropa menewaskan 1.300 Orang
BeritaInternasional

Gelombang Panas Ekstrem Eropa menewaskan 1.300 Orang

Share
Share

Pemuja.com – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa sejak 21 Juni 2026 telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Data tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lembaga itu menyebut cuaca panas kali ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat selama periode gelombang panas. Jutaan warga juga harus menghadapi suhu yang membahayakan kesehatan.

Menurut Tedros, cuaca ekstrem memberi tekanan besar terhadap layanan kesehatan. Selain itu, sektor pendidikan dan pasokan listrik juga ikut terdampak akibat tingginya suhu.

WHO menilai gelombang panas kini tidak lagi menjadi kejadian langka. Perubahan iklim membuat fenomena tersebut terjadi lebih sering dan dengan intensitas yang semakin tinggi.

Sejumlah Negara Catat Rekor Suhu Panas Tertinggi

Beberapa negara di Eropa melaporkan suhu tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. Denmark mencatat suhu hingga 37 derajat Celsius. Angka tersebut menjadi rekor baru sejak pencatatan dimulai pada 1874.

Republik Ceko juga mencatat suhu mencapai 40,6 derajat Celsius. Sementara itu, Jerman melaporkan suhu sekitar 41,5 derajat Celsius. Kondisi semakin berat karena suhu pada malam hari tetap tinggi sehingga tubuh sulit beristirahat.

Gelombang panas kemudian bergerak ke wilayah timur laut Eropa. Pemerintah di Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria menetapkan status kewaspadaan tertinggi untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat.

Di Prancis, otoritas kesehatan melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa selama cuaca ekstrem berlangsung. Lansia menjadi kelompok yang paling rentan. Rumah sakit juga menerima lebih banyak pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat suhu panas.

Suhu Panas Meningkatkan Risiko Kesehatan

WHO mengingatkan bahwa suhu ekstrem dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Kondisi tersebut meliputi serangan panas, dehidrasi berat, serangan jantung, hingga komplikasi penyakit kronis.

Kelompok yang paling berisiko adalah lanjut usia, anak-anak, pekerja luar ruangan, dan penderita penyakit bawaan. Mereka diminta membatasi aktivitas di bawah terik matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh.

Dampak gelombang panas tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Sejumlah sekolah terpaksa ditutup. Konsumsi listrik juga meningkat karena penggunaan pendingin ruangan yang lebih tinggi. Aktivitas masyarakat di berbagai negara pun ikut terganggu.

WHO Minta Negara Eropa Tingkatkan Kesiapsiagaan

WHO mendesak negara-negara di Eropa untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi gelombang panas. Langkah tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan.

Selain itu, pemerintah diminta memberikan perlindungan lebih baik kepada kelompok rentan. WHO juga menekankan pentingnya strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Upaya tersebut dinilai penting karena cuaca ekstrem diperkirakan akan semakin sering terjadi pada masa mendatang.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Suahasil Resmi Jadi Menkeu, Janji Selalu Jaga APBN

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta,...

KPK Sita 20 Koper Uang dalam OTT HGB Bogor

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai dalam jumlah besar dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna...

Related Articles

Leo/Daniel Raih Emas Asian Games 2026, Tumbangkan China

Pemuja.com – Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil meraih medali...

Waspada Influenza A, Kenali Gejala dan Penyebarannya

Pemuja.com – Perubahan cuaca belakangan ini membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi...

Gelagapan! Kalapas Cibinong Dicecar DPR Soal Kondisi Lapas

Pemuja.com – Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto...

Dirjenpas Minta Seluruh Kalapas Bongkar Bangunan Menyimpang

Pemuja.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Mashudi...