Home Berita Menteri Kebudayaan : Perbaikan Desa Adat Sade Butuh Rp30 Miliar
Berita

Menteri Kebudayaan : Perbaikan Desa Adat Sade Butuh Rp30 Miliar

Share
Share

Pemuja.com – Pemerintah menyiapkan rencana rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kawasan permukiman Suku Sasak tersebut dilanda kebakaran hebat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memperkirakan biaya yang diperlukan untuk membangun kembali kawasan tersebut mencapai Rp25 miliar hingga Rp30 miliar. Perkiraan itu disampaikan Fadli dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (2/9/2026).

75 Rumah Adat Desa Sade Akan Dibangun Kembali

Fadli menjelaskan, anggaran tersebut mencakup pembangunan kembali 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, serta penataan kawasan Desa Adat Sade.

Pemerintah masih melakukan penghitungan lebih rinci mengenai kebutuhan anggaran. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah serta sejumlah kementerian dan lembaga agar proses rekonstruksi tidak tumpang tindih.

Kementerian Kebudayaan juga akan mengkaji desain kawasan sebelum pembangunan dimulai. Salah satu perhatian utama adalah jarak antarrumah yang sebelumnya cukup berdekatan.

Baca Juga : 512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Ungkap Penyebabnya

Tata Ulang untuk Cegah Kebakaran

Penataan ulang tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi Desa Sade seperti sebelum kebakaran. Pemerintah juga ingin memperkuat aspek mitigasi bencana.

Fadli mengatakan posisi sejumlah rumah adat yang terlalu berdekatan perlu dievaluasi. Sistem kelistrikan dan fasilitas pemadam kebakaran juga akan menjadi bagian dari kajian.

Meski dilakukan penataan, pemerintah memastikan karakter dan identitas budaya masyarakat Suku Sasak tetap dipertahankan. Masyarakat adat setempat akan dilibatkan dalam menentukan desain dan tata ruang kawasan.

Kebakaran Desa Sade Hanguskan Puluhan Rumah

Kebakaran melanda Dusun Adat Sade, Lombok Tengah, pada 22 Agustus 2026. Sebanyak 75 rumah adat yang telah dihuni secara turun-temurun selama 15 generasi dilaporkan hangus terbakar.

Selain rumah adat, api juga merusak sejumlah fasilitas lain, seperti masjid, berugak, lumbung, art shop, fasilitas umum, gerbang adat, hingga lumbung gamelan.

Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp34 miliar hingga Rp35 miliar.

Rekonstruksi Diharapkan Dimulai Tahun Ini

Fadli berharap proses rekonstruksi dapat dimulai pada 2026. Namun, pelaksanaannya masih menunggu koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta penyelesaian desain kawasan.

Pemerintah juga perlu memastikan pembangunan kembali tidak sekadar mengganti bangunan yang terbakar. Rekonstruksi diharapkan dapat mempertahankan nilai budaya Desa Adat Sade sekaligus membuat kawasan tersebut lebih aman dari risiko kebakaran di masa mendatang.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Tol Cipularang KM 91, 15 Kendaraan Terlibat

Pemuja.com – Mengerikan, kecelakaan beruntun kembali terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta. Kali ini, sebanyak 15 kendaraan terlibat tabrakan di KM 91+900 B,...

81 Pesawat Militer AS Rusak atau Hilang dalam Perang Iran

Pemuja.com – Kabar terbaru dari perang Amerika-Iran, ternyata sedikitnya sudah 81 pesawat militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan hilang atau mengalami kerusakan selama operasi...

Related Articles

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Ancaman MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Jumat...

Asap Karhutla Sampai Ke NTT, Ribuan Penerbangan Terganggu

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus memicu gangguan penerbangan di...

Anggota Parlemen Malaysia Tegur Presiden Prabowo, Uniknya Pakai Bahasa Jawa

Pemuja.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan teguran anggota parlemen Malaysia, Kalam...

Vonis Sudewo 8,5 Tahun, Warga Pati Gelar Syukuran

Pemuja.com – Bupati Pati nonaktif Sudewo akhirnya divonis 8 tahun 6 bulan...