Home Berita Iran Kembali Gempur Pangkalan AS, Helikopter AS Terancam
BeritaEkonomiInternasional

Iran Kembali Gempur Pangkalan AS, Helikopter AS Terancam

Share
Share

Pemuja.com – Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Iran terus gempur dan beri serangan terhadap fasilitas militer AS di sejumlah negara Timur Tengah setelah Washington kembali menggempur wilayah Iran.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menyasar fasilitas militer AS di Yordania, Bahrain, dan Irak pada Selasa malam hingga Rabu (2/9/2026). Serangan ini menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak kedua negara sempat mengalami jeda pertempuran.

Sebelumnya, militer AS mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Target yang diserang mencakup sistem pertahanan udara, radar, fasilitas komunikasi hingga aset maritim Iran.

Iran Klaim Siap Gempur Pangkalan AS

IRGC menyatakan serangan balasan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone.

Salah satu target yang disebut adalah Camp Titin di Yordania, fasilitas yang digunakan untuk mendukung operasi militer AS di kawasan. Iran juga mengklaim menyerang fasilitas militer AS lainnya, termasuk Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan sejumlah posisi AS di Erbil, Irak.

Namun, tidak seluruh klaim tersebut telah dikonfirmasi secara independen.

Militer Yordania mengonfirmasi sistem pertahanan udaranya mencegat 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki wilayah udaranya. Tiga rudal lainnya jatuh di wilayah terpencil. Hingga laporan terbaru, tidak ada korban jiwa yang dikonfirmasi akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Kuwait juga melaporkan menghadapi serangan drone. Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak konflik mulai kembali menyebar ke sejumlah negara yang menjadi lokasi keberadaan pasukan dan fasilitas militer AS.

Helikopter AS Ikut Jadi Sasaran

Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah laporan mengenai helikopter militer AS di kawasan Bahrain.

Iran sebelumnya telah mengklaim menargetkan helikopter dan pesawat pengintai AS di Sakhir Air Base, Bahrain. Pangkalan tersebut memiliki fasilitas yang berkaitan dengan pemeliharaan dan operasi helikopter.

Dalam eskalasi terbaru, IRGC juga mengklaim sejumlah fasilitas dan peralatan militer AS mengalami kerusakan.

AS dan Iran Kembali Saling Gempur

Eskalasi terbaru bermula setelah AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Washington menyatakan operasi tersebut menyasar kemampuan militer IRGC, termasuk radar, pertahanan udara, komunikasi dan infrastruktur maritim.

Iran kemudian menyatakan serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

IRGC mengumumkan dimulainya operasi pembalasan dengan rudal dan drone. Teheran menyebut serangan itu sebagai respons terhadap serangan AS di wilayah selatan Iran yang dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat belum membenarkan sejumlah klaim Iran mengenai banyaknya tentara AS yang tewas maupun kehancuran fasilitas militer.

Perbedaan klaim tersebut membuat situasi di lapangan masih sulit diverifikasi secara menyeluruh.

Selat Hormuz Kembali Jadi Perhatian

Eskalasi ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Iran sebelumnya mengancam akan memperketat tekanan terhadap negara-negara yang dianggap membantu operasi AS. Washington sendiri menyatakan operasi militernya berkaitan dengan ancaman terhadap pasukan AS serta keamanan pelayaran di kawasan tersebut.

Jika serangan berlanjut, risiko terhadap pangkalan militer AS dan negara-negara sekutunya dapat semakin meningkat. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu lalu lintas energi dan kembali memberikan tekanan terhadap harga minyak dunia.

Untuk saat ini, baik Washington maupun Teheran belum menunjukkan tanda kuat akan segera menghentikan aksi militer.

Adu Gempur terbaru justru menunjukkan bahwa konflik AS-Iran kembali memasuki fase eskalasi setelah sempat mengalami jeda selama beberapa pekan.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Upacara HUT ke-81 RI di Istana Berlangsung Khidmat, Lagu Tanah Airku Bikin Haru

Pemuja.com – Suasana di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), mendadak terasa hening ketika detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati. Di tengah ribuan...

HUT 81 RI, Tarif TransJakarta dan MRT Jakarta Cuma Rp8 Hari Ini

Pemuja.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus transportasi umum hanya Rp8 pada Senin (17/8/2026). Kebijakan ini diterapkan bertepatan dengan peringatan...

Related Articles

Prabowo Berangkat ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan EEF 2026

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026)...

September Ceria, Tapi Tidak Bagi Pengguna Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex

Pemuja.com – 1 September membawa berita kurang menyenangkan bagi pengguna BBM non...

Lagi-Lagi Polemik Desil Membuat Warga Kehilangan Bansos

Pemuja.com – Sepasang lansia di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, harus kehilangan bantuan...

Ketika Angka Menentukan Nasib, Polemik Desil dan Warga yang Kehilangan Bansos

Pemuja.com – Istilah desil mendadak menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak warga...