Pemuja.com – Perang Rusia dan Ukraina kembali memasuki fase panas. Serangan besar Ukraina ke wilayah Moskow dan sejumlah wilayah Rusia dibalas dengan serangan udara Rusia ke berbagai kota di Ukraina.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara terus saling menyerang. Sasaran yang terdampak tidak hanya berada di sekitar garis depan, tetapi juga fasilitas energi, industri dan infrastruktur penting.
Serangan Besar ke Moskow
Serangan besar Ukraina terjadi pada 20 September 2026. Rusia mengklaim lebih dari 1.600 drone Ukraina berhasil dicegat. Sekitar 450 di antaranya disebut mengarah ke wilayah Moskow. Sejumlah drone tetap berhasil mencapai sasaran.
Serangan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Kilang minyak Moskow juga terdampak. Fasilitas tersebut kemudian menghentikan pengolahan minyak setelah beberapa unit utama mengalami kerusakan.
Serangan itu juga terjadi ketika Rusia sedang menggelar pemilihan parlemen.
Ukraina tidak secara resmi mengakui seluruh rincian serangan tersebut. Namun, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan operasi Ukraina diarahkan pada infrastruktur minyak dan logistik Rusia.

Rusia Membalas
Setelah serangan besar ke wilayah Rusia, serangan balasan Moskow kembali menghantam Ukraina.
Rusia melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah. Beberapa kota terdampak, termasuk Kyiv, Dnipro, Sumy dan wilayah lainnya.
Serangan Rusia dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sejumlah warga. Infrastruktur sipil serta fasilitas penting juga mengalami kerusakan.
Pada 20 September, serangan Rusia di wilayah Kyiv juga menewaskan empat orang.

Baca Juga : Sidang Umum PBB 2026 Memanas, Diwarnai Aksi Walk Out
Apakah Ada Bantuan Negara Lain?
Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah serangan ke Moskow kali ini mendapat bantuan langsung dari negara lain.
Sejauh laporan yang dipublikasikan, belum ada bukti negara lain ikut melakukan serangan tersebut secara langsung.
Associated Press melaporkan Ukraina menggunakan drone dan rudal yang diproduksi di dalam negeri dalam operasi tersebut.
Peringatan Moskow
Meski tidak terbukti terlibat langsung dalam serangan itu, Ukraina mendapat dukungan dari sejumlah negara, terutama di Eropa seperti Inggris, Polandia, negara-negara NATO dan Uni Eropa.
Bantuan tersebut mengalir dalam bentuk dana, peralatan militer, pelatihan, hingga dukungan pertahanan. Pada September 2026, Uni Eropa menyalurkan sekitar 3,3 miliar euro untuk kebutuhan pertahanan Ukraina, termasuk pengadaan rudal dan drone.
Di sisi lain, Moskow terus memperingatkan negara-negara pendukung Ukraina. Presiden Vladimir Putin mengatakan pengiriman pasukan Eropa ke Ukraina akan dianggap sebagai keterlibatan langsung dalam perang melawan Rusia.
Dukungan berupa dana dan peralatan pun terus berjalan. Namun, Rusia memberikan peringatan keras jika dukungan tersebut berubah menjadi keterlibatan militer secara langsung.
Serangan Energi Jadi Sasaran
Salah satu pola yang semakin terlihat dalam perang terbaru adalah serangan terhadap fasilitas energi.
Ukraina menyerang sejumlah kilang minyak Rusia. Selain kilang di Moskow, fasilitas energi di wilayah Samara dan Bashkortostan juga menjadi sasaran.

Rusia di sisi lain terus menyerang fasilitas energi dan infrastruktur Ukraina.
Kondisi ini membuat perang tidak hanya berdampak pada medan pertempuran. Serangan terhadap fasilitas energi juga berpotensi memengaruhi pasokan bahan bakar dan aktivitas ekonomi kedua negara.
Serangan Terus Berbalas
Pada 22 September, serangan drone Ukraina kembali dilaporkan terjadi di wilayah Samara.
Pemerintah setempat menyebut satu orang tewas dan empat lainnya terluka. Sejumlah drone lainnya diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Rusia.
Di waktu yang sama, Rusia terus melakukan serangan udara ke Ukraina.
Kedua pihak kini berada dalam pola serangan dan serangan balasan yang semakin intens. Situasi ini terjadi ketika upaya diplomasi untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masih dibicarakan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah upaya mendorong penghentian serangan terhadap infrastruktur energi.
Namun, di lapangan, serangan justru terus terjadi.
Perang Rusia-Ukraina pun kembali menunjukkan eskalasi. Serangan jarak jauh semakin sering dilakukan, sementara fasilitas energi dan infrastruktur penting menjadi sasaran.
Jika pola ini terus berlanjut, dampaknya bukan hanya dirasakan Rusia dan Ukraina. Gangguan terhadap energi dan jalur perdagangan juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi global.
Baca Artikel Lainnya :
- Jasad Surakhman Kru Kapal Jurnalis Yang Hilang Ditemukan
- Perang Rusia-Ukraina Memanas, Serangan Drone Makin Meluas
- Update Galodo Solok, Satu Korban Tewas dan Potongan Kayu Beredar di Medsos
- Sidang Umum PBB 2026 Memanas, Diwarnai Aksi Walk Out
- Indonesia Hadir di PBB, Sugiono Bawa Pesan Perdamaian Dunia
Leave a comment