Home Berita Aksi Nyeleneh Para Pimpinan Daerah Kalimantan saat Warganya Susah Bernapas
BeritaNasionalPolitik

Aksi Nyeleneh Para Pimpinan Daerah Kalimantan saat Warganya Susah Bernapas

Share
Aksi Gubernur
Aksi Gubernur
Share

Pemuja.com – Warga di sejumlah wilayah Kalimantan harus menderita menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Udara yang tercemar mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam kesehatan, sementara petugas mati-matian berjibaku memadamkan api.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah gubernur di Kalimantan justru ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan yang dianggap kurang tepat, perjalanan ke luar negeri, hingga kegiatan istri gubernur mengikuti peragaan busana menjadi sorotan warganet.

Lima gubernur yang mendapat perhatian adalah Agustiar Sabran dari Kalimantan Tengah, Rudy Mas’ud dari Kalimantan Timur, Ria Norsan dari Kalimantan Barat, Muhidin dari Kalimantan Selatan, dan Zainal A. Paliwang dari Kalimantan Utara.

Kalimantan Tengah: Gubernur Bercanda, Istri Fashion Show

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menuai kritik setelah video pernyataannya mengenai karhutla viral di media sosial.

Saat menjawab pertanyaan wartawan, Agustiar menyebut hampir 97 persen kebakaran disebabkan oleh ulah manusia. Namun, ia menutup pernyataannya dengan candaan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi.”

Ucapan tersebut dinilai kurang tepat ketika masyarakat sedang menghadapi dampak kabut asap. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan, turut mengingatkan agar pejabat berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di tengah bencana.

Sorotan juga mengarah kepada istrinya, Aisyah Thisia Halijam, yang videonya saat mengikuti peragaan busana di Jakarta kembali viral.

Aisyah tampil dalam ajang Kriyanusa 2026 pada 26–30 September dengan busana bernuansa kebaya dan kain bermotif budaya Dayak. Kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan kerajinan dan budaya daerah. Namun, videonya menuai kritik setelah kembali beredar ketika karhutla dan kabut asap melanda Kalimantan Tengah.

Kalimantan Timur: Rudy Mas’ud ke Singapura

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjadi sorotan setelah foto dan video dirinya bersama sang istri, Syarifah Suraidah, di Singapura beredar di media sosial.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan bahwa Rudy berada di Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Mount Elizabeth. Perjalanan tersebut disebut telah mendapat persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri, sementara permohonan tertulis diajukan secara paralel.

Meski demikian, keberangkatannya pada 10 Oktober 2026 memicu kritik karena sejumlah wilayah Kaltim masih menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.

Tak berhenti di situ, unggahan motivasi Syarifah di media sosial juga menjadi perbincangan. Sejumlah warganet menilai unggahan tersebut kurang peka terhadap kondisi warga yang terdampak asap, seakan saat ini tidak terjadi apa-apa disana.

Kalimantan Barat: Ria Norsan Berdebat dengan Mahasiswa

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menjadi sorotan setelah terlibat adu argumen dengan mahasiswa yang mengkritik penanganan karhutla.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Bundaran Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, pada September lalu. Saat itu, mahasiswa mendesak pemerintah daerah mengambil langkah lebih serius untuk mengatasi kebakaran dan kabut asap.

Dalam dialog yang terekam video, Ria mempertanyakan keterlibatan mahasiswa dalam pemadaman api.

“Mahasiswa ada turun? Memadamkan api?” tanya Norsan kepada massa aksi Aliansi Kalbar Merdeka

Situasi kemudian memanas ketika gubernur terlihat emosional dan melakukan gestur yang dinilai mengarah pada tindakan memukul sebelum dilerai orang-orang di sekitarnya.

Video tersebut memicu perdebatan mengenai sikap pejabat saat menerima kritik. Padahal, masukan masyarakat dan mahasiswa semestinya menjadi bahan evaluasi dalam penanganan bencana.

Kalimantan Selatan: Muhidin Sebut Karhutla Tidak Parah

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, juga mendapat kritik setelah menyebut kondisi karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, tidak terlalu parah dan ada kesan menganggap sesuatu hal yang biasa saja.

Saat meninjau lokasi pada Agustus 2026, Muhidin mengaitkan kondisi tersebut dengan tidak adanya helikopter yang melakukan penyiraman dari udara. Pernyataan itu menuai tanggapan karena masyarakat masih merasakan dampak kabut asap.

Akhirnya, pada 12 Oktober 2026, Muhidin menyampaikan permohonan maaf karena pemerintahannya belum dapat membantu seluruh wilayah Kalimantan Selatan dalam penanganan karhutla.

Pernyataan dan permintaan maaf tersebut kembali menjadi perbincangan, terutama mengenai kemampuan pemerintah daerah dalam menangani kebakaran dan melindungi warga terdampak.

Kalimantan Utara: Zainal Paliwang Ikut Disorot

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, turut menjadi perhatian setelah aktivitasnya menghadiri turnamen sepak bola pada awal September dipertanyakan warganet di tengah persoalan karhutla.

Zainal juga sempat menyinggung keterbatasan peralatan dalam penanganan kebakaran. Berbagai tanggapan muncul di media sosial, terutama mengenai langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi bencana.

Meski kegiatan olahraga bukan persoalan dengan sendirinya, masyarakat berharap perhatian pemerintah tetap diprioritaskan pada penanganan kebakaran dan dampaknya terhadap kehidupan warga.

Warga Butuh Udara Bersih, Bukan Sekadar Janji

Berbagai peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa tindakan dan pernyataan pejabat mudah menjadi sorotan ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

Persoalannya bukan semata-mata soal perjalanan, kegiatan olahraga, atau peragaan busana, melainkan bagaimana pemerintah menunjukkan kepedulian di tengah penderitaan warga.

Ketika masyarakat kesulitan bernapas, anak-anak terancam kesehatannya, dan aktivitas sehari-hari terganggu, kepala daerah seharusnya memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal. Apalagi saat ini telah ada 1 korban jiwa anak yang dicurigai akibat asap.

Semoga karhutla di Kalimantan segera padam dan persoalan kabut asap dapat diatasi. Pemerintah daerah maupun pusat diharapkan bergerak lebih serius dan terkoordinasi agar masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih, beraktivitas dengan aman, dan tidak terus dihantui ancaman gangguan kesehatan akibat asap.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Gelagapan! Kalapas Cibinong Dicecar DPR Soal Kondisi Lapas

Pemuja.com – Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto menjadi sorotan saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XIII DPR...

Dirjenpas Minta Seluruh Kalapas Bongkar Bangunan Menyimpang

Pemuja.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Mashudi memerintahkan seluruh jajaran untuk membongkar bangunan di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas)...

Related Articles

Kasus Tanah Summarecon Memanas, Nusron Dua Kali Absen, Uang Hercules Disita KPK

Pemuja.com – Ada yang menarik dari perkembangan kasus dugaan korupsi pengurusan hak...

Terlibat OTT, Bupati Klaten Tiba di KPK, Rp1,9 Miliar Di Amankan

Pemuja.com – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Gedung Merah Putih...

Isu Pemakzulan Gibran Memanas, Bola Panas Kini di Tangan DPR

Pemuja.com – Isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin ramai diperbincangkan....

DKPP Selidiki Pasal Selundupan KPU untuk Loloskan Gibran

Pemuja.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima tiga aduan tambahan terkait...