Home Berita Miris! Israel Bayar Kontraktor Hancurkan Rumah Warga Palestina
BeritaInternasional

Miris! Israel Bayar Kontraktor Hancurkan Rumah Warga Palestina

Share
Kontraktor
Share

Pemuja.com – Laporan eksklusif Haaretz, surat kabar harian tertua dan paling berpengaruh di Israel, mengungkap praktik kontroversial militer Israel yang menyewa kontraktor sipil untuk menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di Jalur Gaza.

Bukan hanya bagian dari operasi militer, penghancuran ini disinyalir telah menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu, termasuk kontraktor yang dibayar berdasarkan “unit” rumah yang berhasil diratakan.

Penyewaan Kontraktor, Apa Motifnya?

Menurut laporan tersebut, setiap kontraktor menerima bayaran sebesar 5.000 shekel (sekitar Rp24 juta) untuk setiap rumah yang dihancurkan.

Seorang mantan tentara yang diwawancarai menyebut, “Jika tidak ada rumah yang dihancurkan, mereka (kontraktor) merasa rugi. Maka kami berusaha menciptakan pekerjaan untuk mereka.”

Laporan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ada insentif ekonomi yang mendorong eskalasi kekerasan dan perluasan penghancuran, bahkan terhadap properti yang tidak memiliki nilai strategis militer.

Kontraktor Beroperasi Dekat Jalur Bantuan Kemanusiaan

Kontraktor disebut beroperasi di area yang berdekatan dengan pusat distribusi bantuan kemanusiaan, seperti fasilitas Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didirikan Israel dan AS.

Lokasi ini biasanya dipadati oleh warga sipil yang sedang mengantre makanan dan air. Ketegangan meningkat karena kehadiran alat berat dan militer memperburuk situasi kemanusiaan.

Dugaan Manipulasi Keamanan dan Eksploitasi Sipil

Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan menyebut bahwa beberapa kontraktor dengan sengaja memicu “insiden keamanan” guna memperoleh perlindungan ekstra dari militer.

Dalam salah satu kejadian tragis, tentara Israel melepaskan tembakan setelah laporan palsu diterima tentang ancaman dari kerumunan. Insiden ini mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia.

Reaksi Dunia dan Pertanyaan Etika

Sejumlah organisasi hak asasi manusia, seperti Human Rights Watch dan Amnesty International, mengecam praktik ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Penggunaan kontraktor sipil dalam operasi penghancuran di zona konflik aktif dianggap sebagai bentuk outsourcing kekerasan yang tidak memiliki akuntabilitas hukum.

Meski laporan ini telah menyita perhatian publik, pihak militer Israel belum memberikan tanggapan resmi. Pemerintah Palestina menyebut tindakan ini sebagai bukti “dehumanisasi sistemik” terhadap warga Palestina.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Gencatan Senjata Israel Dengan Lebanon Diperpanjang 3 Minggu

Pemuja.com – Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi diperpanjang selama tiga minggu setelah sebelumnya hanya berlaku selama 10 hari. Keputusan ini diumumkan...

Restrukturisasi Utang Whoosh, Pemerintah Siapkan Skema Baru

Pemuja.com – Pemerintah memastikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) telah rampung. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa saat ini...

Related Articles

Waspada Hantavirus, Dunia Soroti Dugaan Mutasi Virus di Kapal Pesiar

Pemuja.com – Dunia internasional tengah menyoroti wabah hantavirus yang muncul di kapal...

Konflik Baru dalam Perang Rusia–Ukraina, Usulan AS Jadi Sorotan

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Rusia dan Ukraina sepakat...

Tragedi Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel, 16 Orang Tewas

Pemuja.com – Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk...

Daftar Homeless Media Yang Digandeng Bakom RI

Pemuja.com – Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI resmi menggandeng sejumlah...