Home Berita 25 Jenazah Korban Longsor Dahsyat Cisarua Berhasil Di Evakuasi
BeritaNasional

25 Jenazah Korban Longsor Dahsyat Cisarua Berhasil Di Evakuasi

Share
Share

Pemuja.com – Proses evakuasi korban bencana longsor dahsyat di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih terus berlangsung hingga Senin pagi, 26 Januari 2026.

Tim SAR gabungan kini bergerak lebih leluasa menyisir area longsoran setelah asesmen medan dilakukan, meski tantangan di lapangan masih berat

Hingga pagi ini, sebanyak 25 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana dan seluruhnya telah dibawa ke pos Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Sejumlah korban telah berhasil dikenali dan diserahkan kepada keluarga, sementara lainnya masih dalam tahap pencocokan data antemortem. Di sisi lain, puluhan korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

Asesmen Menyeluruh dari Mahkota hingga Lidah Longsoran

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut tim SAR telah melakukan asesmen menyeluruh dari mahkota hingga lidah longsoran.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pembagian wilayah pencarian ke dalam sejumlah sektor, sehingga operasi dapat berjalan lebih terarah dan efektif.

Langkah ini memungkinkan tim SAR menyisir titik-titik yang diyakini masih menyimpan tubuh warga di balik timbunan material longsor.

Menurut Syafii, pembagian sektor penting karena luasnya area terdampak dan tebalnya material longsor yang menimbun permukiman.

Baca Juga : BREAKING NEWS : Longsor Dahsyat Terjadi di Bandung Barat

Ratusan Personel Dikerahkan, SAR Gabungan Diperkuat

Dalam operasi kemanusiaan ini, jumlah personel yang terlibat terus diperkuat. Syafii menyebutkan bahwa lebih dari 250 personel terlatih telah tergabung langsung dalam tim SAR, sementara sekitar 450 personel lainnya dikerahkan sebagai tim operasi pendukung. Seluruh unsur bekerja terpadu, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan.

Meski demikian, kondisi medan masih menjadi kendala utama. Material longsor yang menyerupai bubur pasir membuat pergerakan personel harus dilakukan secara hati-hati, terutama dalam penggunaan alat berat yang berpotensi memicu longsor susulan.

Longsor Cisarua

Drone, Alat Berat, dan K-9 Dikerahkan

Selain mengandalkan kekuatan personel, operasi SAR juga diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana. Unsur udara dilibatkan melalui pemanfaatan 12 unit drone untuk memantau kondisi permukaan longsoran dan mengidentifikasi titik-titik prioritas pencarian.

Sementara itu, unsur darat didukung pengerahan alat berat, meskipun penggunaannya masih disesuaikan dengan tingkat keamanan medan.

“Kita juga mengerahkan K-9 dari Polri dan TNI untuk membantu proses pencarian korban,” ujar Syafii. Anjing pelacak tersebut difokuskan untuk mendeteksi keberadaan korban di area yang sulit dijangkau secara manual.

Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Dukung Evakuasi Cisarua

Guna mengoptimalkan proses pencarian, Basarnas bersama BNPB juga melakukan modifikasi cuaca. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondisi cuaca tetap stabil sehingga operasi SAR dapat berjalan maksimal dan risiko bagi petugas di lapangan dapat ditekan.

Syafii berharap cuaca dapat terus mendukung, mengingat kondisi tanah di lokasi longsor masih sangat labil akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Dugaan Korban TNI Masih Diverifikasi

Di tengah proses evakuasi, muncul pula informasi mengenai dugaan adanya anggota TNI yang turut menjadi korban longsor.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran dan verifikasi bersama satuan terkait serta tim SAR.

“Saya belum bisa mendapatkan informasi terkait apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali,” kata Mahmuddin. Hingga saat ini, belum ada kepastian resmi mengenai keterlibatan anggota TNI sebagai korban.

Hujan Deras Diduga Picu Longsor Lereng Gunung Burangrang

Sebelumnya, longsor dahsyat melanda lereng Gunung Burangrang di Kecamatan Cisarua pada Sabtu dini hari.

Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang, menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat.

Operasi pencarian dan evakuasi dijadwalkan akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian. Fokus utama tim SAR saat ini adalah menemukan seluruh korban yang masih hilang sekaligus memastikan keselamatan petugas di tengah kondisi alam yang belum sepenuhnya stabil.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Gahar! Galaxy S26 Bawa Super Steady, Siap Tantang iPhone 17

Pemuja.com – Samsung kembali mengguncang pasar smartphone premium dengan merilis generasi terbarunya, Samsung Galaxy S26 series. Seri flagship ini diperkenalkan dalam ajang Samsung...

Netflix Tidak Naikkan Tawaran, Apakah Keluar dari Persaingan Warner Bros?

Pemuja.com – Industri hiburan global kembali diguncang manuver korporasi raksasa. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya mengenai rencana Netflix mengakuisisi Warner Bros. Discovery akhir...

Related Articles

Jasamarga Terapkan Buka Tutup Akses Tol Layang MBZ Hari Ini

Pemuja.com – Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa...

NU dan Muhammadiyah Berpeluang Lebaran Bersamaan

Pemuja.com – Kemenag menggelar sidang isbat penentuan hari lebaran atau hari raya...

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan hingga 24 Maret Selama Libur Lebaran

Pemuja.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meniadakan kebijakan pembatasan kendaraan dengan...

Kemacetan “Horor” di Gilimanuk, Antrean Tembus Puluhan Kilometer

Pemuja.com – Kemacetan parah atau disebut “horor” terjadi di jalur menuju Pelabuhan...