Home Berita Gen Z Kembali Jatuhkan Pemerintahan, Kali Ini Bulgaria
BeritaInternasional

Gen Z Kembali Jatuhkan Pemerintahan, Kali Ini Bulgaria

Share
Gen Z Jatuhkan Pemerintahan Bulgaria
Gen Z Jatuhkan Pemerintahan Bulgaria
Share

Pemuja.com – Lagi-lagi Gen Z membuat perubahan. Setelah sebelumnya gelombang anak muda mengguncang Nepal dan memaksa pergeseran kekuasaan, kini Bulgaria menyusul. Jalanan Sofia berubah menjadi pusat perlawanan, dan dari sana, sebuah pemerintahan akhirnya runtuh.

Dari Penolakan Anggaran ke Krisis Kekuasaan

Gelombang protes di Bulgaria mulai muncul pada akhir November 2025. Awalnya, kemarahan publik dipicu oleh rancangan anggaran negara 2026 yang dinilai membebani masyarakat.

Kenaikan pajak dan iuran sosial dianggap tidak sebanding dengan kualitas layanan publik yang diterima warga.

Namun penolakan anggaran itu segera berubah menjadi krisis politik terbuka. Isu korupsi yang selama ini dianggap dibiarkan tumbuh subur kembali mencuat.

Bagi generasi muda, rancangan anggaran hanyalah simbol dari masalah yang lebih besar: negara yang dikelola untuk elite, bukan untuk masa depan mereka.

Gen Z Ambil Alih Jalanan

Demonstrasi membesar dengan cepat di awal Desember. Mahasiswa dan kelompok muda mendominasi barisan massa.

Media sosial menjadi alat utama mobilisasi. Aksi berlangsung hampir setiap hari, bukan hanya di ibu kota, tetapi juga di kota-kota besar lainnya.

Tuntutan pun semakin tegas. Bukan lagi sekadar merevisi anggaran, melainkan meminta pemerintah mundur. Kepercayaan publik terhadap kabinet dinilai sudah runtuh, dan koreksi kebijakan dianggap tidak lagi cukup.

Puncak Demonstrasi

Puncak krisis terjadi pada 11 Desember 2025. Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov mengumumkan pengunduran diri bersama seluruh kabinetnya.

Keputusan itu disampaikan menjelang parlemen menggelar mosi tidak percaya, sebuah sinyal bahwa dukungan politik terhadap pemerintah sudah nyaris habis.

Dengan pengunduran diri tersebut, pemerintahan Zhelyazkov resmi jatuh. Kabinet hanya menjalankan fungsi sementara sambil menunggu pembentukan pemerintahan baru atau keputusan menggelar pemilihan umum.

Dampak Politik

Jatuhnya pemerintahan ini menambah panjang daftar ketidakstabilan politik Bulgaria dalam beberapa tahun terakhir. Negara itu kembali dihadapkan pada kemungkinan pemilu ulang, sementara agenda ekonomi penting justru menunggu kepastian.

Lebih dari itu, peristiwa ini menegaskan perubahan pola kekuasaan. Generasi Z tidak lagi berada di pinggir. Mereka turun ke jalan, memaksa elite politik merespons, dan pada akhirnya, menjatuhkan pemerintahan.

Seperti Nepal sebelumnya, Bulgaria kini menjadi bukti bahwa ketika generasi muda kehilangan kepercayaan, legitimasi kekuasaan bisa runtuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Antara Janji, Capaian, dan Suara Rakyat

Pemuja.com – Esok, Tanggal 20 Oktober menandai dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian...

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Related Articles

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Prajurit ke Jakarta

Pemuja.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya mengungkap alasan pengerahan 20.980...

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...