Pemuja.com – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, kabar kenaikan tarif jalan tol kembali menjadi perhatian masyarakat. Salah satu yang cukup disorot adalah kenaikan tarif pada ruas Jalan Tol Batang–Semarang di Jawa Tengah.
Kenaikan tarif ini dinilai terjadi di waktu yang kurang tepat, karena masyarakat sedang bersiap melakukan perjalanan mudik. Banyak pemudik baru mengetahui adanya penyesuaian tarif ketika mulai menghitung biaya perjalanan atau saat mengecek saldo kartu tol.
Padahal jalur ini merupakan salah satu bagian penting dari jaringan Tol Trans‑Jawa yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa. Ruas Batang–Semarang menjadi penghubung utama perjalanan dari arah Jakarta menuju Semarang dan kota-kota di Jawa Timur.

Kenaikan Tarif Hampir 30 Persen
Penyesuaian tarif di ruas ini disebut mencapai hampir 30 persen untuk beberapa golongan kendaraan. Bagi kendaraan golongan I seperti mobil pribadi, kenaikan ini tentu menambah biaya perjalanan yang harus disiapkan pemudik.
Berikut rincian penyesuaian tarif untuk perjalanan dari Batang/Pasekaran menuju Kalikangkung/Semarang:
- Golongan I (mobil pribadi, sedan, jip, pick up, bus kecil)
naik dari Rp111.500 menjadi Rp144.500 - Golongan II dan III (truk dan bus besar)
naik dari Rp167.500 menjadi Rp216.500 - Golongan IV dan V (truk atau kendaraan sangat besar)
naik dari Rp223.000 menjadi Rp289.000
Kenaikan ini berarti ada tambahan biaya sekitar Rp33.000 untuk kendaraan pribadi yang melintasi ruas tersebut.
Bagi keluarga yang mudik menggunakan mobil pribadi, kenaikan ini menjadi tambahan pengeluaran di tengah berbagai kebutuhan lain seperti bahan bakar, makan di perjalanan, hingga biaya logistik keluarga.

Minim Sosialisasi ke Masyarakat
Yang menjadi sorotan bukan hanya kenaikan tarifnya, tetapi juga sosialisasi yang dinilai kurang terasa di masyarakat. Banyak calon pemudik mengaku tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai perubahan tarif ini.
Informasi lebih banyak beredar setelah diberitakan media atau ketika pengguna jalan tol melihat langsung tarif baru di gerbang tol.
Padahal pada periode menjelang mudik, jutaan kendaraan diperkirakan melintas di jalur Trans Jawa. Jalur Batang–Semarang sendiri menjadi salah satu titik penting yang hampir pasti dilewati oleh pemudik dari arah barat menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Beban Tambahan Bagi Pemudik
Dengan kenaikan tarif ini, pemudik perlu menyiapkan saldo kartu tol lebih besar dari biasanya. Hal ini penting agar perjalanan tidak terhambat saat berada di gerbang tol.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, informasi mengenai perubahan tarif seharusnya bisa disampaikan lebih luas dan lebih awal agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik.
Mudik adalah tradisi tahunan yang dinantikan jutaan orang. Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada biaya perjalanan sebaiknya diiringi dengan komunikasi yang jelas agar tidak menimbulkan kejutan bagi para pemudik di tengah perjalanan pulang ke kampung halaman.
Leave a comment