Home Berita BGN Tetap Buat Acara Saat Diguncang Kasus dan Penangkapan 3 Eks Pimpinannya
BeritaNasional

BGN Tetap Buat Acara Saat Diguncang Kasus dan Penangkapan 3 Eks Pimpinannya

Share
Efisiensi Anggaran
Efisiensi Anggaran
Share

Pemuja.com – Pekan ini, pemberitaan mengenai Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ramai menjadi perhatian publik. Pergantian pimpinan BGN, penggeledahan kantor, hingga penangkapan 3 pimpinan BGN menjadi pembahasan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Di tengah situasi tersebut, BGN tetap menggelar acara besar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Kabupaten Bogor, pada Selasa 3 Juni 2026 yang bertajuk Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition.

Acara tersebut dihadiri puluhan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tingginya jumlah peserta membuat kawasan Sentul dipadati kendaraan sejak pagi hari.

Kemacetan bahkan sempat terjadi di sejumlah akses menuju SICC dan Tol Jagorawi. Banyak warga mengaku perjalanan menuju kawasan Sentul menjadi lebih padat dibanding hari biasanya.

Rangkaian peristiwa itu membuat nama BGN terus mendominasi pembahasan di media massa dan media sosial.

BACA JUGA : Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pergantian Pimpinan

Sorotan Acara Konsolidasi MBG

Agenda besar BGN di SICC langsung menjadi perhatian publik. Acara tersebut merupakan rapat konsolidasi nasional Program Makan Bergizi Gratis.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) SPPG, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana program MBG.

Prabowo memberikan sejumlah arahan terkait pelaksanaan MBG di lapangan.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan program MBG tidak boleh dijadikan sarana penyimpangan maupun korupsi. Menurutnya, urusan makanan untuk masyarakat dan anak-anak merupakan hal yang sakral.

Selain membahas pengawasan program, Prabowo juga menyinggung kualitas menu makanan untuk anak-anak penerima MBG. Ia meminta dapur MBG tidak menyajikan telur dadar.

“Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada para mitra MBG.

Prabowo juga sempat menyoroti ukuran potongan ayam untuk menu MBG. Ia meminta satu ekor ayam tidak dipotong terlalu kecil agar anak-anak tetap mendapatkan porsi yang layak.

“Kalau potong lebih dari 14, dosa. Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa,” ujar Prabowo di depan peserta acara.

Pernyataan tersebut terlontar karena di lapangan banyak muncul penyimpangan terkait kualitas dan porsi makanan MBG. Masyarakat menilai beberapa menu yang diberikan dinilai terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan nilai anggaran MBG untuk setiap porsinya.

BACA JUGA : Gerak Cepat, 3 Mantan Petinggi BGN Resmi Ditahan Kejagung

Polemik BGN

Di sisi lain, publik tetap menyoroti polemik yang sedang terjadi di tubuh BGN. Situasi semakin menjadi perhatian setelah muncul pergantian pimpinan BGN dan penangkapan tiga pimpinan BGN.

Sorotan masyarakat juga mengarah pada keberadaan yayasan SPPG yang disebut memiliki keterkaitan afiliasi dengan 3 tersangka dalam kasus tersebut. Yayasan itu kemungkinan ikut hadir dalam acara konsolidasi di SICC Sentul.

Di tengah polemik yang terus berkembang, ada fakta bahwa masyarakat mulai terbelah dalam melihat Program MBG. Sebagian meminta program tersebut dihentikan karena dinilai berpotensi menjadi sarang korupsi baru.

Namun sebagian masyarakat lainnya tetap mendukung MBG untuk terus berjalan. Program itu dinilai penting karena menyangkut kebutuhan gizi dan masa depan anak-anak Indonesia.

Publik kini menanti langkah evaluasi dan pembenahan dari pimpinan BGN yang baru. Banyak pihak berharap tata kelola MBG bisa diperbaiki agar tidak terus memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Selain persoalan dugaan korupsi, masyarakat juga berharap tidak ada lagi kasus makanan bermasalah seperti keracunan yang menimpa anak-anak penerima MBG.

Program ini sejak awal dibuat untuk membantu generasi muda mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, bukan berubah menjadi ladang bancakan anggaran yang justru merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

43.863 Hotspot Karhutla Picu Kecelakaan Maut hingga Luar Negeri

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Selain merusak lingkungan, kebakaran juga menghasilkan kabut asap yang mengganggu...

5 Parpol Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran

Pemuja.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai beragam respons dari sejumlah partai politik. Sikap mereka...

Related Articles

Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut, Pengacara Cecar Kehadiran Jokowi

Pemuja.com – Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7...

Bukan Cuma di Indonesia, Kini Singapura Usut Perusahaan Terkait Karhutla

Pemuja.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini merambah...

Kalteng Jadi Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia

Pemuja.com – Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi provinsi dengan kualitas udara terburuk di...

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Ancaman MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Jumat...