Pemuja.com – Demo mahasiswa kemarin yang bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” berlangsung cukup tegang. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi kampus bersikeras menuju Bundaran HI meski aparat kepolisian mengarahkan aksi ke kawasan Gedung DPR/MPR.
Massa aksi diketahui berasal dari sejumlah kampus, di antaranya BEM Universitas Indonesia (UI), mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, serta sejumlah kampus lain di wilayah Jabodetabek. Mereka membawa berbagai tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, demokrasi, dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin jauh dari kepentingan masyarakat.

Mahasiswa Tolak Pengalihan Lokasi Aksi
Selepas shalat Jumat, massa mulai bergerak menuju pusat Jakarta. Aparat kepolisian dan personel gabungan berupaya mengarahkan demonstrasi ke kawasan DPR/MPR dengan alasan menjaga aktivitas masyarakat dan lalu lintas di pusat ibu kota.
Namun mahasiswa menolak pengalihan tersebut. Mereka menilai Bundaran HI merupakan lokasi yang paling tepat untuk menyampaikan aspirasi karena berada di jantung Jakarta dan menjadi pusat perhatian publik.
Di beberapa titik, massa meminta aparat membuka blokade yang menghalangi perjalanan mereka menuju Bundaran HI. Adu argumentasi sempat terjadi, tetapi situasi masih dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi bentrokan besar.

Dukungan Masyarakat Ikut Mengalir
Aksi mahasiswa kali ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah pengemudi ojek online terlihat ikut memberikan dukungan kepada para mahasiswa yang berunjuk rasa.
Beberapa pengemudi bahkan menyampaikan bahwa tuntutan yang dibawa mahasiswa juga mencerminkan keresahan masyarakat terkait meningkatnya biaya hidup, sulitnya lapangan pekerjaan, dan kondisi ekonomi yang dirasakan semakin berat.
Selain pengemudi ojek online, sejumlah warga dan kelompok ibu-ibu juga terlihat berada di sekitar lokasi aksi. Mereka memberikan dukungan moral sepanjang jalannya demonstrasi yang berlangsung dari siang hingga malam hari.
Ketegangan Sempat Terjadi di Lapangan
Ketegangan mulai meningkat ketika massa bertemu dengan blokade aparat gabungan yang terdiri dari unsur Polri dan TNI. Jalan menuju Bundaran HI sempat tersendat karena mahasiswa berusaha menembus pengamanan yang telah disiapkan.
Kehadiran personel TNI dalam demonstrasi tersebut memunculkan kritik dari sebagian masyarakat dan aktivis. Mereka mempertanyakan apakah pelibatan TNI dalam aksi mahasiswa merupakan bentuk semakin luasnya peran militer di ranah sipil.
Kekhawatiran itu muncul karena tugas utama TNI adalah pertahanan negara, sementara aksi unjuk rasa merupakan bagian dari ruang sipil yang selama ini ditangani aparat kepolisian. Perdebatan mengenai batas keterlibatan militer dalam urusan sipil pun kembali mencuat dalam demonstrasi kali ini.
Meski demikian, aparat keamanan tetap melakukan pengawalan hingga aksi berlangsung tanpa kerusuhan besar.

Tuntutan dan Kritikan Mahasiswa
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Mereka mendesak pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai kesalahan pemerintah serta berhenti mengelak dari kritik masyarakat.
Selain tuntutan yang telah disiapkan sebelumnya, muncul pula satu isu yang mendapat perhatian besar selama aksi berlangsung, yakni revisi UU Polri. Mahasiswa menilai pembahasan aturan tersebut berjalan sangat cepat dibanding berbagai persoalan lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa mempertanyakan urgensi percepatan pembahasan aturan tersebut, terutama karena salah satu poin yang menjadi sorotan adalah perpanjangan usia pensiun bagi petinggi Polri. Menurut mereka, kebijakan yang berdampak besar terhadap institusi negara seharusnya dibahas secara lebih terbuka dan melibatkan partisipasi publik yang luas.
Aksi Berlangsung Hingga Malam Hari
Menjelang malam, sebagian massa akhirnya berhasil berkumpul di sekitar Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin. Orasi terus berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Kemacetan sempat terjadi di sejumlah ruas jalan utama Jakarta akibat pengalihan arus lalu lintas dan pergerakan massa yang cukup besar. Namun secara umum situasi tetap terkendali hingga malam hari.
Menjelang pembubaran aksi, suasana di sekitar lokasi demonstrasi mulai berubah. Sejumlah lampu penerangan di kawasan sekitar aksi dilaporkan dipadamkan. Kondisi tersebut membuat area demonstrasi menjadi lebih gelap dibanding sebelumnya.
Setelah penerangan berkurang, jumlah massa yang bertahan di lokasi secara perlahan mulai menyusut. Banyak peserta aksi memilih meninggalkan kawasan Bundaran HI dan kembali ke kampus maupun daerah masing-masing. Tidak lama kemudian, demonstrasi pun berangsur berakhir tanpa kerusuhan besar.
Demo Jadi Bukti Masyarakat Masih Mengawasi Pemerintah
Aksi yang melibatkan ribuan mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa publik masih mengawasi jalannya pemerintahan. Berbagai kritik yang disampaikan dalam demonstrasi menjadi bentuk kontrol terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Dalam sistem demokrasi, pengawasan masyarakat merupakan hal yang wajar. Karena itu, aksi kemarin menjadi pengingat bahwa pemerintah tidak bisa menjalankan kebijakan secara sembarangan atau tanpa mempertimbangkan aspirasi publik. Setiap keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat akan selalu mendapat perhatian, kritik, dan pengawasan dari rakyat.
Meski aksi telah berakhir, mahasiswa menegaskan bahwa demonstrasi kemarin bukan akhir dari gerakan mereka. Sejumlah kelompok mahasiswa bahkan mulai menyuarakan kemungkinan aksi lanjutan pada 20 Juni mendatang apabila berbagai tuntutan yang disampaikan belum mendapat respons yang memadai dari pemerintah.
Jika rencana tersebut terealisasi, Jakarta berpotensi kembali menjadi pusat aksi mahasiswa dalam waktu dekat. Gelombang kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah pun diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Artikel Lainnya :
- Demo Mahasiswa Berlangsung Tegang, Massa Bersikeras Menuju Bundaran HI
- Prediksi Brasil vs Maroko, Duel Panas di Grup C
- Prediksi Qatar vs Swiss : Ujian Berat Wakil Asia di Laga Perdana Grup B
- Prediksi Amerika Serikat VS Paraguay, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Perdana di Grup D
- Prediksi Kanada VS Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Incar Start Sempurna
Leave a comment