Home Berita Kunjungan ke Rusia, Prabowo dan Putin Bahas Geopolitik
BeritaInternasional

Kunjungan ke Rusia, Prabowo dan Putin Bahas Geopolitik

Share
Prabowo Konsultasi ke Putin
Prabowo Konsultasi ke Putin
Share

Pemuja.com – Di tengah dinamika global yang terus berubah, langkah diplomasi Indonesia kembali mendapat sorotan. Kunjungan luar negeri Presiden bukan lagi sekadar agenda formal, tetapi mulai dibaca sebagai arah baru dalam menentukan posisi Indonesia di tengah tarik-menarik kekuatan dunia.

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia pada April 2026. Ia bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow dalam pertemuan yang membahas situasi geopolitik global serta penguatan kerja sama di sektor energi dan ekonomi.

Pertemuan ini tidak berlangsung dalam ruang kosong. Ketegangan global yang melibatkan blok Barat dan Rusia masih berlangsung, terutama setelah konflik berkepanjangan di kawasan Eropa Timur.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa arah pertemuan tersebut berfokus pada kepentingan nasional Indonesia.

“Dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia, saya bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, guna membahas dinamika geopolitik global terkini serta memperkuat kerja sama strategis di bidang energi dan ekonomi yang saling menguntungkan,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Menurutnya, langkah ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta memperkuat posisi Indonesia dalam sistem ekonomi global yang lebih berimbang.

Konsultasi di Tengah Tarik Ulur Kepentingan

Menariknya, Prabowo juga menyinggung pentingnya “berkonsultasi” dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi global. Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Indonesia tidak ingin berjalan sendiri dalam menentukan arah kebijakan luar negeri.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai posisi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang tidak sederhana. Secara prinsip, Indonesia dikenal sebagai negara non-blok. Namun dalam praktiknya, hubungan dengan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir dinilai semakin erat, terutama di bidang pertahanan dan ekonomi, terutama saat perang Iran saat ini.

Kedekatan tersebut kerap dipandang berseberangan dengan posisi Rusia dalam peta geopolitik global. Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan: apakah Indonesia masih benar-benar berada di posisi netral, atau mulai condong ke salah satu blok?

Dalam konteks ini, langkah Prabowo menemui Putin bisa dibaca sebagai upaya menyeimbangkan hubungan. Tidak hanya menjaga komunikasi dengan Barat, tetapi juga membuka ruang kerja sama dengan Rusia dan negara-negara lain di luar poros tersebut.

Lanjut ke Prancis

Setelah dari Rusia, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Prancis. Agenda ini masih berada dalam rangkaian lawatan yang sama pada April 2026.

Kunjungan ke Prancis difokuskan pada kerja sama strategis. Sektor yang dibahas mencakup pertahanan, energi, dan industri teknologi. Hubungan Indonesia dan Prancis memang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan diplomasi. Indonesia tidak hanya mendekat ke satu blok, tetapi membuka hubungan ke berbagai kekuatan global.

Disorot di Dalam Negeri

Di dalam negeri, kunjungan luar negeri Presiden terus menjadi perhatian publik. Intensitas perjalanan dinilai cukup tinggi sejak awal masa pemerintahan.

Situasi ini muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Banyak instansi diminta menekan pengeluaran, termasuk perjalanan dinas. Karena itu, publik mulai membandingkan kebijakan tersebut dengan aktivitas Presiden di luar negeri.

Secara umum, satu kali kunjungan kenegaraan bisa menelan biaya miliaran rupiah. Besarnya bergantung pada jarak, durasi, dan jumlah delegasi. Dalam beberapa kasus, total biaya bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Data ini kemudian memunculkan pertanyaan tentang efektivitas. Apakah manfaat yang didapat sebanding dengan biaya yang dikeluarkan?

Prabowo sebelumnya telah menjawab kritik tersebut. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa diplomasi adalah investasi jangka panjang. Prabowo bahkan secara terbuka menjawab kritik soal intensitas kunjungan luar negeri yang dinilai terlalu sering.

“Untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana,” ujarnya.

Pada akhirnya, arah diplomasi Indonesia kini terlihat lebih aktif. Kunjungan ke Rusia dan Prancis menjadi bagian dari strategi tersebut. Namun ukuran keberhasilannya tetap sederhana: seberapa cepat hasilnya bisa dirasakan masyarakat.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prancis, Norwegia, dan Meksiko Melaju, Siapa Selanjutnya di Pertandingan Kamis Besok?

Pemuja.com – Babak gugur Piala Dunia 2026 semakin menyajikan persaingan yang ketat. Setelah sejumlah tim unggulan berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar...

Resmi! Pertamina Turunkan Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite

Pemuja.com – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Rabu, 1 Juli 2026 pukul 00.00...

Related Articles

Prancis vs Spanyol, Final Yang Datang Terlalu Cepat di Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Perjalanan panjang Piala Dunia 2026 kini memasuki babak penentuan. Dari...

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Tahun Ini

Pemuja.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang...

Kapolri Tegaskan Polri dan Kejaksaan Tak Bermasalah

Pemuja.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan hubungan antara Polri dan...

Fakta di Balik PMMP yang Terlilit Utang Rp2,86 Triliun dan Dikaitkan dengan Kaesang

Pemuja.com – Nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, kembali...