Home Berita Irvian Bobby Akui Punya 3 NIK di Sidang Kasus Pemerasan K3
BeritaNasional

Irvian Bobby Akui Punya 3 NIK di Sidang Kasus Pemerasan K3

Share
Kuasa Hukum Irvian Bobby menjelaskan rentetan kasus pemerasan K#
Share

Pemuja.com – Pengakuan mengejutkan datang dari “Sultan Kemnaker” Irvian Bobby Mahendro dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3.

Saat diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Bobby mengaku memiliki tiga Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pengakuan itu muncul ketika kuasa hukum mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, mengonfirmasi isi berita acara pemeriksaan (BAP).
“Iya,” jawab Bobby singkat saat ditanya soal kepemilikan tiga NIK.

Enggan Jelaskan Asal-usul Tiga NIK

Meski mengakui memiliki tiga identitas, Bobby tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia bahkan menolak menjawab saat dicecar mengenai tujuan dan proses pembuatan tiga NIK tersebut.

Dalam persidangan, hakim mencatat penolakan itu sebagai bagian dari keterangan saksi. Sementara itu, pihak Noel menilai keberadaan tiga NIK tersebut mengindikasikan adanya unsur niat jahat (mens rea) dalam perkara yang sedang diusut.

Noel Ebenezer Tereseret Kasus Pemerasan K3
Noel Ebenezer Singgung Irvian Bobby Yang Memiliki 3 NIK

Terseret Kasus Pemerasan Sertifikasi K3

Kasus ini sendiri berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Dalam pengembangan perkara, Bobby sebelumnya juga mengakui menerima dana hingga sekitar Rp58 miliar dari praktik tersebut dalam kurun beberapa tahun. Dana itu disebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk operasional dan pihak terkait.

Tak hanya itu, ia juga mengaku menggunakan sebagian uang tersebut untuk membeli puluhan kendaraan. Tercatat, sekitar 37 kendaraan dibeli dan sebagian dijadikan sumber dana tunai ketika dibutuhkan.

Sorotan Baru dalam Persidangan Kasus Pemerasan K3

Pengakuan soal tiga NIK kini menjadi sorotan baru dalam persidangan. Selain memperkuat dugaan pelanggaran administratif, hal ini juga dinilai bisa membuka pintu penyelidikan lebih luas terkait identitas dan aliran dana dalam kasus tersebut.

Sidang masih akan berlanjut dengan pemeriksaan saksi lainnya untuk mengungkap secara menyeluruh praktik dugaan pemerasan yang melibatkan sejumlah pihak di lingkungan Kemnaker.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

Ricuh di Prancis, Massa Bakar Balai Kota dan Jarah Toko

Pemuja.com – Kerusuhan melanda sejumlah wilayah di Prancis setelah demonstrasi berujung aksi kekerasan. Massa membakar bangunan pemerintah, merusak fasilitas umum, hingga menjarah sejumlah...

Selamat Ulang Tahun ke-75 Pak Prabowo, Kado Pahit Menanti

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto hari ini genap berusia 75 tahun. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo telah melewati perjalanan panjang...

Related Articles

Prabowo Pecat Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari...

Penyadapan Prabowo, LSP & 2 Jenderal Polri Jadi Tersangka

Pemuja.com – Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan...

Korut Dituduh Bobol Binance Rp114 Triliun, Adik Kim Jong-un Murka

Pemuja.com – Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengecam...

Gerindra Bahas Polemik Ijazah Gibran, Ikut Memakzulkan?

Pemuja.com – Partai Gerindra akan menentukan sikap terkait polemik keabsahan dokumen pendidikan...