Home Berita Tok Tok.. Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
BeritaNasional

Tok Tok.. Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Share
Share

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, divonis 10 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Putusan dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Selasa (30/6/2026).

Majelis hakim menyatakan Nadiem terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Selain hukuman penjara, ia juga dijatuhi denda sebesar Rp1 miliar.

Hakim Nyatakan Nadiem Terbukti Bersalah

Ketua Majelis Hakim Purwanto S. Abdullah menyatakan Nadiem Anwar Makarim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama,” kata Purwanto saat membacakan amar putusan.

Setelah membacakan pertimbangan hukum, majelis hakim menjatuhkan pidana kepada Nadiem.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena itu dengan pidana penjara,” imbuh hakim.

Majelis hakim kemudian menetapkan hukuman penjara selama 10 tahun. Nadiem juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum.

Nadiem

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Nadiem dihukum 18 tahun penjara. Jaksa juga meminta majelis hakim menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar. Jika denda tidak dibayar, hukuman tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 190 hari.

Tuntutan itu dibacakan jaksa Roy Riady dalam sidang pada Rabu (13/5/2026).

“Menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar Roy Riady.

Selain hukuman penjara, jaksa menuntut pembayaran uang pengganti sebesar Rp809.596.125.000. Jaksa juga menuntut pembayaran tambahan sebesar Rp4.871.469.603.758.

Total uang pengganti yang dituntut mencapai sekitar Rp5,68 triliun. Apabila tidak dibayarkan, jaksa meminta agar hukuman tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 9 tahun.

Meski demikian, majelis hakim memutuskan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Putusan itu lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta hukuman 18 tahun penjara.

Kasus Bermula dari Pengadaan Chromebook

Kasus ini bermula dari penyidikan dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan. Program tersebut mencakup pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek pada periode 2020–2022.

Proyek bernilai triliunan rupiah itu kemudian menjadi perhatian aparat penegak hukum. Penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan perangkat teknologi untuk sekolah.

Jaksa menilai proyek tersebut menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar. Pelaksanaan pengadaan dinilai tidak sesuai ketentuan dan tidak memberikan manfaat sebagaimana mestinya.

Perkara ini juga menyeret sejumlah terdakwa lain. Mereka diproses melalui berkas perkara yang terpisah.

Sidang Menjadi Perhatian Publik

Sidang pembacaan vonis Nadiem Makarim mendapat perhatian luas dari masyarakat. Perkara ini berkaitan dengan salah satu program digitalisasi pendidikan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.

Sejak pagi, aparat kepolisian telah bersiaga di sekitar Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Pengamanan dilakukan untuk memastikan sidang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Yang menarik setelah putusan hakim dibacakan, Majelis hakim langsung keluar ruang sidang tanpa menanyakan sikap resmi terdakwa: apakah langsung menerima, mengajukan banding, atau pikir-pikir terlebih dahulu sehingga menimbulkan protes dari kubu pengacara.

Kasus tersebut terus menjadi sorotan publik karena melibatkan proyek bernilai triliunan rupiah dan penggunaan anggaran negara yang sangat besar di era Presiden Jokowi.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

IHSG Anjlok Lagi ke Level 4.900-an, Efek MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks saham Indonesia itu merosot ke level 4.900-an...

Refleksi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi dan Bencana Jadi Ujian

Pemuja.com – Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalankan pemerintahan. Namun, waktu tersebut juga belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa....

Related Articles

Como Menggila! Bantai Lens 9-1 di Liga Champions

Pemuja.com – Luar biasa! Como 1907 semakin mengguncang sepak bola Eropa. Setelah...

SBY Resah Politik Indonesia Makin Liar, Singgung Konflik Elite

Pemuja.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan keresahannya...

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah Jadi Senat Muslim Pertama AS

Pemuja.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil...

Jokowi Tunjukkan Ijazah S1 UGM di Sidang Roy Suryo

Pemuja.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah asli miliknya...