Pemuja.com – Ketika sebagian warga Nusa Tenggara Timur mulai mencoba bangkit dari trauma gempa besar, bumi kembali berguncang. Pagi ini, Kamis 20 Agustus 2026, wilayah Flores kembali diguncang gempa susulan.
Gempa dengan kekuatan sekitar magnitudo 5,8 membuat warga kembali panik dan memilih keluar dari rumah maupun tenda pengungsian. Guncangan ini terjadi di tengah ribuan gempa susulan yang masih tercatat setelah gempa utama M7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
BMKG mencatat ribuan gempa susulan telah terjadi. Kondisi ini membuat sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir kembali ke rumah yang rusak.

Puluhan Ribu Warga Masih Mengungsi
Data BNPB hingga Kamis pagi menunjukkan 72 orang meninggal dunia, sekitar 900 orang mengalami luka atau sakit, sementara 82.691 warga masih mengungsi.
Pengungsi tersebar di sejumlah wilayah, terutama Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Ngada, Kepulauan Selayar, dan Manggarai Barat.
Kerusakan juga meliputi rumah warga serta fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran, dan rumah ibadah.

Bantuan Terus Disalurkan
Walaupun terkesan lambat, namun pemerintah dan BNPB terus mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara karena sejumlah daerah sulit dijangkau.
BNPB juga mulai menyisir desa-desa terpencil untuk memastikan kebutuhan warga dan titik pengungsian terdata. Hingga 18 Agustus, bantuan yang telah dikirim mencapai sekitar 398 ton.
Di pengungsian, kebutuhan utama berupa makanan, air, tenda, perlengkapan keluarga, obat-obatan, serta layanan kesehatan terus dipenuhi. Bantuan psikologis juga diberikan karena banyak warga mengalami trauma.
Pemerintah menyiapkan layanan kesehatan darurat, termasuk rumah sakit lapangan untuk membantu menangani korban dan mengurangi beban fasilitas kesehatan yang terdampak.
Petugas juga terus melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan dan tetap mengikuti arahan petugas.

Gempa Susulan Jadi Tantangan
Gempa susulan yang masih terjadi membuat proses pemulihan menjadi lebih sulit. Warga belum sepenuhnya berani kembali ke rumah, sementara kebutuhan di pengungsian terus meningkat.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan gempa NTT tidak berhenti pada evakuasi korban. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi sekaligus memulihkan rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur yang rusak.
Di tengah situasi tersebut, warga diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta petugas di lapangan.
Euforia perayaan kemerdekaan di pusat negeri semestinya tidak membuat duka di NTT terkesan terlupakan. Di balik kemeriahan itu, masih ada puluhan ribu warga yang membutuhkan bantuan, tempat tinggal, dan kepastian untuk kembali menjalani kehidupan..
Baca Artikel Lainnya :
- Dua Kejadian Tertemper KRL Terjadi, Pramono Minta Keamanan Diperkuat
- Gempa NTT Belum Usai, Gempa Susulan Kembali Guncang Flores
- Wakil Ketua BEM UI Geram Ada Mobil Komando Polisi saat Demo
- Roy Suryo, Tifa, Febrie Jalani Sidang Praperadilan Hari ini
- Yaqut Minta KPK Buka Dasar Kerugian Negara Rp622 Miliar
Leave a comment