Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah sebelumnya sempat anjlok ke level terendah sejak krisis ekonomi Asia pada Januari 1998.
Meski mulai bangkit, kekhawatiran investor terhadap rencana perubahan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih membayangi pergerakan IHSG.
IHSG dibuka naik 0,18% ke level 5.397,34. Sehari sebelumnya, indeks juga menguat 1,12% dan ditutup di level 5.387,91.
Di tengah upaya pemulihan ini, pasar saham masih menghadapi tekanan akibat arus dana asing dan ketidakpastian terkait MSCI.
Prabowo Tegas Hadapi MSCI
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi tekanan MSCI. Ia menyampaikan sikap tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026).
MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar modal Indonesia. Persoalan itu mencakup transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang tidak wajar.
MSCI juga mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri.

Apakah Pernyataan Prabowo Berpengaruh?
Pernyataan Prabowo berpotensi memengaruhi sentimen investor. Namun, kita tidak bisa langsung mengaitkan penguatan IHSG dengan pernyataan tersebut.
Pada Kamis (22/10/2026), IHSG naik 1,12%. Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp1,47 triliun.
Data ini menunjukkan bahwa kenaikan indeks belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran investor. Sikap tegas pemerintah bisa membangun kepercayaan, tetapi investor juga membutuhkan langkah nyata.
Kepercayaan Investor Jadi Kunci
Pemerintah, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memperbaiki transparansi kepemilikan saham serta memperketat pengawasan perdagangan.
Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama dari luar negeri.
MSCI masih membuka konsultasi mengenai perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia hingga 30 April 2027. MSCI menjadwalkan keputusan akhir paling lambat pada 30 Juni 2027.
Karena itu, kenaikan IHSG belum menjamin pasar saham akan terus menguat. Investor masih menunggu kepastian kebijakan dan bukti perbaikan tata kelola pasar modal.
Pernyataan tegas Prabowo memang bisa membangun optimisme. Namun, konsistensi pemerintah dalam membenahi pasar modal akan lebih menentukan kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Baca Artikel Lainnya :
- IHSG Menguat di Akhir Pekan, Ancaman MSCI Masih Menghantui
- Asap Karhutla Sampai Ke NTT, Ribuan Penerbangan Terganggu
- Anggota Parlemen Malaysia Tegur Presiden Prabowo, Uniknya Pakai Bahasa Jawa
- Vonis Sudewo 8,5 Tahun, Warga Pati Gelar Syukuran
- BMKG Sebut Dry Ice Digunakan untuk Urai Kabut Asap Karhutla
Leave a comment