Pemuja.com – Sejumlah daerah di Indonesia menghadapi gangguan layanan publik dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari pemadaman listrik yang berdampak pada pasokan air bersih di Batam, hingga antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. karena listrik dan BBM merupakan kebutuhan penting. Ketika pasokannya bermasalah, aktivitas rumah tangga, pekerjaan, hingga kegiatan usaha ikut terdampak.
Bali Antre BBM, Koster Panggil Pertamina
Persoalan mengenai kelangkaan BBM terjadi di Bali. Sejumlah SPBU di Denpasar dan wilayah sekitarnya dilaporkan mengalami antrean panjang. Beberapa SPBU bahkan sempat kehabisan Pertalite dan Pertamax.
Pengendara terpaksa berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mencari BBM. Antrean kendaraan juga mengganggu kelancaran lalu lintas di sejumlah titik.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran Pertamina Patra Niaga pada Senin (12/10/2026). Ia meminta pasokan dan distribusi BBM segera dibenahi agar kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi.
Pertamina menyampaikan bahwa kapal pengangkut BBM dijadwalkan tiba pada 12, 14, dan 16 Oktober. Total muatan dari rangkaian pengiriman tersebut mencapai 26.200 kiloliter.
Koster berharap persoalan pasokan segera teratasi. Ketersediaan BBM menjadi hal penting bagi masyarakat Bali, termasuk pengemudi transportasi, pelaku usaha, dan sektor pariwisata yang bergantung pada kelancaran mobilitas.
Batam Gelap Hampir 16 Jam
Persoalan berbeda terjadi di Batam, Kepulauan Riau yang mengalami pemadaman listrik pada Senin (12/10/2026). Gangguan tersebut berlangsung hampir 16 jam dan berdampak pada ratusan ribu pelanggan.
Hal ini ramai dikeluhkan masyarakat di media sosial. Pemadaman tidak hanya membuat rumah warga gelap. Sejumlah aktivitas usaha dan layanan publik ikut terganggu. Pasokan air bersih di beberapa wilayah juga belum kembali normal setelah listrik mulai menyala.
PLN Batam mencatat sebanyak 411.219 pelanggan terdampak. Hingga Selasa (13/10/2026) pukul 05.00 WIB, sekitar 98,8 persen pelanggan telah kembali menikmati pasokan listrik. Namun, masih ada 5.127 pelanggan yang mengalami pemadaman.
Penyebab gangguan masih dalam proses investigasi. PLN terus melakukan pemulihan dan pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan.


Bahlil Akan Panggil PLN
Pemadaman panjang di Batam turut mendapat perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Pada Senin (12/10/2026), Bahlil mengatakan akan mengecek persoalan tersebut bersama PLN. Ia juga berencana menggelar rapat dengan pihak PLN untuk membahas gangguan listrik yang terjadi.
Bahlil mengaku belum berkoordinasi dengan PLN saat memberikan keterangan tersebut. Ia pun belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab pemadaman.
Masyarakat kini menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan. Sebab, pemadaman dalam waktu lama bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada layanan dasar seperti air bersih.
Warga Menunggu Pasokan Kembali Normal
Rangkaian persoalan ini patut menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah. Ketika listrik padam berjam-jam dan BBM sulit didapat, masyarakat bukan hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga solusi nyata.
Masyarakatpun berhak mempertanyakan, apakah kinerja pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat sedang menurun?
Jika listrik padam berjam-jam dan BBM sulit didapat saja bisa terjadi, lalu di mana fungsi pengawasan dan antisipasi pemerintah?
Jangan sampai masyarakat terus diminta bersabar, sementara pihak yang bertanggung jawab justru sibuk memberikan penjelasan setelah semuanya telanjur bermasalah.
Baca Artikel Lainnya :
- Listrik Padam di Batam, BBM Sulit Dicari di Bali, Apa Tanggapan Pemerintah?
- IHSG Jatuh di Bawah 6.000, Apa Faktor Penyebabnya?
- BNPB Catat Kebakaran 639 Hektare, Tanjung Puting Terluas
- Houthi Yaman Hantam Bandara Arab Saudi, 12 Tewas dan 300 Terluka
- 43.863 Hotspot Karhutla Picu Kecelakaan Maut hingga Luar Negeri
Leave a comment