Pemuja.com – Kebakaran hebat melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong pada Rabu, 26 November 2025.
Api bermula dari perancah bambu yang terpasang di tiga blok apartemen, lalu menyebar cepat ke seluruh gedung. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan besar karena banyak penghuni terjebak di unit masing-masing.
Hingga Jumat, 28 November 2025, sedikitnya 94 orang jumlah korban tewas menjadikannya tragedi kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak 1948.
Korban Jiwa Termasuk WNI Tersulut Api Kebakaran
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mengonfirmasi bahwa dua WNI meninggal dunia dalam insiden ini. Keduanya diketahui bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran.
Selain itu, dua WNI lainnya mengalami luka-luka dan saat ini mendapat perawatan medis. KJRI juga membuka layanan darurat bagi keluarga korban di Indonesia untuk memberikan informasi terkini dan memastikan dukungan bagi para WNI terdampak.

Proses Penangkapan Tersangka
Pihak kepolisian Hong Kong (HKPF) bergerak cepat dengan menangkap beberapa tersangka yang diduga bertanggung jawab atas kelalaian dalam pemasangan perancah dan sistem keamanan gedung.
Polisi menyebut kasus ini sebagai bentuk criminal negligence yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Penangkapan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi investigasi lebih mendalam terkait standar keselamatan bangunan di Hong Kong.

Pemerintah dan KJRI Merespon Cepat Tragedi Kebakaran
Pemerintah Hong Kong menyiapkan penampungan sementara bagi penghuni apartemen yang selamat. Di sisi lain, KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan perlindungan dan bantuan bagi WNI terdampak.
Tragedi ini memicu perdebatan publik mengenai keselamatan hunian vertikal di kota padat penduduk tersebut, serta menyoroti pentingnya regulasi ketat terhadap sistem proteksi kebakaran.
Kebakaran apartemen Wang Fuk Court bukan hanya tragedi lokal, tetapi juga menyentuh Indonesia dengan adanya korban WNI.
Hingga hari ini, kasus terus berkembang dengan penangkapan tersangka dan investigasi mendalam. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan hunian dan perlindungan bagi pekerja migran di luar negeri.
Leave a comment