Pemuja.com – Pagi yang seharusnya tenang di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, berubah menjadi kepanikan. Siswa yang sedang duduk rapi di halaman sekolah, menunggu kegiatan pagi dimulai, tiba-tiba dikejutkan oleh suara keras dari arah gerbang.
Beredar video CCTV di media sosial, sebuah mobil MBG diduga kehilangan kendali, menabrak pagar sekolah, lalu terus melaju hingga mengenai beberapa murid yang duduk di barisan belakang.

Kronologi Singkat Kejadian
Insiden terjadi pada jam aktivitas pagi, tanpa peringatan, mobil operasional itu menerobos masuk dengan kecepatan yang membuat banyak murid tidak sempat menghindar.
Anak-anak yang berada di barisan belakang menjadi korban paling terdampak. Suasana langsung berubah mencekam saat para guru melihat beberapa siswa terpental dan sebagian lainnya terjerembap di bawah bodi mobil.

Kondisi Korban dan Penanganan Awal
Sebanyak 19 siswa dilaporkan mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Beberapa diantaranya harus dilarikan ke RSUD Cilincing dan RS Koja. Dua siswa mengalami luka lebih berat dan sedang mendapat penanganan intensif dari tim medis.
Para guru dan warga sekitar berusaha memberikan pertolongan pertama sambil menenangkan siswa lain yang mengalami shock setelah menyaksikan peristiwa tersebut.
Tindakan Polisi
Polisi langsung mengamankan pengemudi mobil untuk penyelidikan lebih lanjut. Olah tempat kejadian perkara dilakukan di halaman sekolah untuk memastikan penyebab mobil dapat menerobos pagar dan menabrak siswa. Pemeriksaan saksi, guru, serta rekaman CCTV sekolah kini menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Keresahan Publik Usai Kejadian
Insiden ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai standar keselamatan operasional kendaraan MBG di lingkungan sekolah.
Selain itu, kesiapan sopir dan kondisi kendaraan menjadi sorotan penting. Publik juga menanyakan apakah ada faktor kelelahan dari sopir pengantar MBG yang bekerja sejak sangat pagi, sehingga konsentrasi berkurang saat memasuki area sekolah.
Pertanyaan ini mencuat karena jam operasional program MBG dimulai sebelum aktivitas belajar, dan memungkinkan adanya tekanan waktu yang membuat sopir tidak dalam kondisi ideal untuk mengemudi.
Situasi ini semakin memperkuat desakan agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh, terutama karena insiden terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak.
Menanti Perubahan Nyata
Semua pihak berharap proses penyelidikan berlangsung transparan dan cepat untuk memastikan tanggung jawab diambil oleh pihak yang berwenang. Pemulihan fisik dan psikologis para korban menjadi prioritas utama.
Evaluasi total terhadap mobil operasional di kawasan sekolah juga diharapkan segera dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Leave a comment