Home Berita Ironis, Di Negeri Rawan Bencana Tapi Anggaran Penanggulangannya Justru Ditekan
BeritaNasional

Ironis, Di Negeri Rawan Bencana Tapi Anggaran Penanggulangannya Justru Ditekan

Share
Anggaran ditekan
Anggaran ditekan
Share

Pemuja.com – Mengejutkan!. Itulah reaksi pertama ketika angka anggaran BNPB untuk tahun 2026 diumumkan dalam rapat bersama Komisi VIII pada pertengahan September lalu.

Dari kebutuhan hampir satu triliun rupiah yang diajukan, keputusan akhirnya justru menetapkan pagu yang cukup kecil, hanya Rp 491 miliar.

Anggaran Menyusut

Pemangkasan ini sulit dipahami. BNPB sebelumnya mengajukan tambahan anggaran Rp 936,57 miliar untuk memperkuat peringatan dini, logistik, dan kesiapsiagaan daerah.

Bukan untuk seremonial, bukan untuk proyek yang bisa ditunda. Namun begitu nota keuangan RAPBN 2026 ditetapkan, angka akhirnya tetap berada di bawah setengah dari total kebutuhan.

Padahal kebutuhan lapangan terus membesar. Intensitas bencana menunjukkan tren naik setiap tahun, dan operasional BNPB sangat bergantung pada ketersediaan anggaran di awal, bukan sekadar dana darurat.

Negara Rawan, Tapi Kebijakan Tak Pernah Dikoreksi

Indonesia berada tepat di atas Ring of Fire, dengan aktivitas tektonik yang tidak pernah berhenti. Bahkan ketika cuaca cerah sekalipun, gempa, letusan gunung api, dan pergerakan tanah selalu mengintai.

Dengan realitas geografis seperti ini, keputusan fiskal yang memotong kebutuhan mitigasi adalah langkah yang bertolak belakang dengan fakta.

Lebih ironis lagi, pola seperti ini berulang dari tahun ke tahun, tanpa koreksi kebijakan yang memadai.

Ketimpangan Prioritas yang Disorot

Kritik pun bermunculan. Banyak pihak menilai negara terlalu mudah mengucurkan anggaran ke sektor yang tidak mendesak, sementara mitigasi, yang menyangkut keselamatan rakyat diletakkan di urutan belakang.

Bagian yang paling mencolok adalah ketika dibandingkan dengan anggaran untuk MBG. Pemerintah mengalokasikan anggaran MBG pada 2026 mencapai Rp 335 triliun untuk menjangkau penerima manfaat yang sangat luas.

Meski begitu, pemerintah menyampaikan bahwa selain pagu utama sebesar Rp 491 miliar, masih ada sekitar Rp 500 miliar dana siap pakai yang bisa digerakkan melalui mekanisme anggaran tambahan (ABT) jika dibutuhkan. Namun tetap saja, ketergantungan pada skema darurat membuat respons awal berpotensi terlambat.

Situasi Sumatera Kian Menguatkan Kekhawatiran Itu

Kekhawatiran soal pemangkasan ini makin terasa ketika bencana besar menghantam Sumatera, banjir bandang, longsor, dan gempa menyebabkan korban jiwa dan kerusakan luas.

Ironisnya, pada saat perhatian publik tertuju pada lemahnya anggaran nasional, di Sumatera Utara beredar kabar bahwa Gubernur Bobby Nasution juga memangkas dana penanggulangan bencana.

Bobby telah membantah isu pemangkasan besar, dan menyebut anggaran 2025 disahkan sebesar Rp 123 miliar. Namun polemik belum mereda karena untuk 2026, Belanja Tak Terduga (BTT) Sumut disebut turun lagi menjadi sekitar Rp 70 miliar, angka yang dinilai terlalu kecil untuk provinsi seluas dan serawan Sumatera Utara.

Kecenderungan yang sama terlihat di pusat dan daerah: mitigasi bencana belum ditempatkan sebagai prioritas utama.

Dan pertanyaannya kini semakin mengemuka, apakah kita sedang bersiap menghadapi tahun-tahun penuh ancaman dengan kemampuan bertahan yang justru melemah?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Bandara Soetta Belum Dibuka, 1.039 Penerbangan dan 166 Ribu Penumpang Terdampak

Pemuja.com – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masih belum beroperasi pada Senin (7/9/2026) pagi. Penutupan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau kembali...

Penutupan Bandara Soetta Molor Lagi, Penumpang Harus Tunggu hingga 17.30 WIB

Pemuja.com – Harapan calon penumpang untuk kembali terbang siang ini kembali tertunda. Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Minggu (6/9/2026) siang belum dibuka setelah penutupan...

Related Articles

Moskow Dihantam Ribuan Drone, Rusia Akan Balas Dendam

Pemuja.com – Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap target militer di Kyiv...

Kantor Summarecon Bogor Digeledah KPK, Akankah Menyeret Sang Menteri?

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak dalam penyidikan dugaan suap...

Update Hari ke-9 KM Virgo 8 Tenggelam, 123 Korban Masih Dicari

Pemuja.com – Berita terbaru datang dari pencarian korban KMP Virgo Transport 8...

AI Kini Punya Tubuh, Pameran Robot China Buktinya

Pemuja.com – Perkembangan robot berbasis kecerdasan buatan atau AI semakin cepat. Saat...