Home Berita Rakornas 2026 Satukan Arah Kebijakan Pusat dan Daerah
BeritaInternasionalNasional

Rakornas 2026 Satukan Arah Kebijakan Pusat dan Daerah

Share
Rakornas Digelar Hari Ini
Rakornas Digelar Hari Ini
Share

Pemuja.com – Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 kembali digelar sebagai forum strategis nasional. Kegiatan ini bertujuan menyatukan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika pembangunan daerah, koordinasi lintas pemerintahan menjadi kunci utama. Sinkronisasi kebijakan diperlukan agar setiap program berjalan sejalan dan tepat sasaran.

Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 berlangsung pagi ini, Senin, 2 Februari 2026. Acara digelar di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta meliputi pimpinan kementerian, gubernur, bupati, wali kota, hingga unsur Forkopimda.

Arahan Presiden Prabowo

Rakornas dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan mengetuk palu. Sebelumnya Presiden memberikan amanat dalam pidatonya, Presiden menyoroti situasi global yang semakin bergejolak.

Ketegangan antarnegara terus meningkat dan berpotensi memicu konflik berskala besar. Bahkan, risiko perang dunia ketiga juga disinggung dalam arahannya.

Menghadapi kondisi tersebut, Presiden menegaskan sikap Indonesia yang konsisten. Politik luar negeri tetap berpegang pada prinsip bebas aktif dan nonblok.

“Philosofi luar negeri kita jelas. Seribu kawan masih terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ujar Presiden.

Meski demikian, Presiden mengingatkan pentingnya kemandirian nasional. Mengutip ajaran Bung Karno, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada pihak lain.

“Jika negara kita diserang, belum tentu ada yang membantu. Karena itu, bangsa ini harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan kritik terbuka. Kritik ditujukan kepada elit nasional terkait pengelolaan kekayaan bangsa.

“Kita harus akui bahwa elit Indonesia masih kurang dalam menjalankan tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia. Dan sekarang saya gugah semuanya,” ucap Prabowo.

Presiden mengajak seluruh pemimpin, baik di pusat maupun daerah, untuk menyatukan tekad. Pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Sebagai pemimpin, mari kita bulatkan tekad. Membenahi diri dan lingkungan kita. Mari bertekad menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Mari bersatu,” tegasnya.

Selain arah kebijakan, Presiden juga memaparkan program pemerintah. Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, dan pengelolaan sektor sawit.

Presiden juga menyinggung pengembangan Koperasi Merah Putih, kampung nelayan, Danantara serta agenda prioritas lainnya. Seluruh program diarahkan untuk memperkuat ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Yang menarik, Presiden juga menyentil beberapa kepala daerah yang terkesan abai dengan masalah sampah, terutama di Bali yang terkenal dengan pariwisatanya. Bagaimana mau menjual wisata jika banyak sampah di pantainya.

Selain itu Prabowo akan segera melaunching program baru yaitu Gerakan Indonesia ASRI : Aman, Sehat, Resik, Indah. Sambil mengajak para pemimpin daerah untuk membuat wilayahnya indah, terutama menghindari penggunaan atap yang terbuat dari seng dan penertiban spanduk, baliho dan kabel listrik.

Fokus Evaluasi dan Target Tahun 2026

Selain pengarahan, Rakornas menjadi forum evaluasi program tahun sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk memastikan efektivitas kebijakan di lapangan.

Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah agar lebih responsif. Daerah juga diminta lebih adaptif dan cepat dalam mengeksekusi kebijakan bersama.

Melalui forum ini, diharapkan tidak ada lagi perbedaan arah kebijakan. Target pembangunan tahun 2026 diharapkan tercapai secara merata dan berkelanjutan.

Sentul Jadi Titik Konsentrasi Kegiatan Nasional

Dipilihnya Sentul sebagai lokasi Rakornas menjadikan kawasan ini pusat konsentrasi kegiatan nasional. Aktivitas berlangsung sepanjang hari dengan skala besar.

Kehadiran ribuan peserta berdampak pada aktivitas sekitar. Salah satu dampak yang terasa adalah peningkatan volume lalu lintas.

Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan. Penggunaan rute alternatif juga disarankan untuk menghindari kepadatan selama kegiatan berlangsung.

Cek juga berita lainnya di : https://x.com/themediacibubur

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Hari Ini

Pemuja.com – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadwalkan pelimpahan tersangka Don Ritto (DR) beserta barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung),...

Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pemuja.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah,...

Related Articles

Nadiem Jalani Sidang Perdana Banding Kasus Chromebook

Pemuja.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim,...

112 Korban Serangan Israel Dimakamkan Massal di Gaza

Pemuja.com – Ribuan warga Palestina memadati kawasan Sabra, Kota Gaza, untuk mengikuti...

PM Thailand Kunjungi Indonesia, Prabowo Terima Baret Merah

Pemuja.com – Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke...

Kejagung: Pemilik Emas 74 Kg di Kasus Febrie Akan Diungkap

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan identitas pemilik emas batangan seberat 74...