Home Berita BNPB Ajukan Tambahan Rp5,67T untuk Penanganan Bencana
BeritaNasional

BNPB Ajukan Tambahan Rp5,67T untuk Penanganan Bencana

Share
Share

Pemuja.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan tambahan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5,67 triliun kepada Kementerian Keuangan. Tambahan anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperkuat penanganan bencana dan mempercepat proses pemulihan di berbagai daerah sepanjang 2026.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rustian mengatakan usulan tambahan DSP tersebut masih dalam proses. Menurutnya, kebutuhan anggaran penanganan bencana sulit dipastikan sejak awal karena kejadian bencana tidak dapat diprediksi secara pasti melalui perencanaan anggaran reguler.

“Di tahun 2026 ini sedang berproses usulan penambahan DSP kepada Kementerian Keuangan,” kata Rustian, Selasa (8/9/2026).

BNPB Sudah Memiliki Anggaran Awal

Pada 2026, BNPB memiliki anggaran reguler sekitar Rp1,05 triliun. Lembaga tersebut kemudian memperoleh tambahan dukungan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi hunian rusak berat sebesar Rp26,88 miliar.

Dengan tambahan tersebut, total alokasi rutin BNPB mencapai sekitar Rp1,08 triliun. Di luar anggaran rutin, Sebelumnya juga telah memperoleh DSP tahap awal sebesar Rp4,62 triliun untuk mendukung penanganan tanggap darurat di lapangan.

Baca Juga : Tembus Rp10 Miliar! Besok Deadline Sayembara Ijazah Gibran

BNPB : 1.730 Bencana Terjadi hingga September

Pengajuan tambahan anggaran tersebut dilakukan di tengah tingginya frekuensi bencana di Indonesia. BNPB mencatat 1.730 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak awal 2026 hingga 7 September.

Seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota juga berada dalam kondisi kerawanan bencana tingkat sedang hingga tinggi.

Bencana hidrometeorologi masih menjadi kejadian yang paling banyak terjadi. Dampaknya meliputi kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta berbagai infrastruktur di sejumlah daerah.

BNPB

Anggaran 2027 Disiapkan Rp1,12 Triliun

Selain kebutuhan anggaran 2026, pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,12 triliun.

Anggaran tersebut mencakup alokasi khusus sekitar Rp126,24 miliar untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

BNPB menilai dukungan anggaran diperlukan agar pemerintah dapat memberikan respons cepat ketika bencana terjadi. Ketersediaan dana juga menjadi bagian penting dalam memastikan proses tanggap darurat hingga rehabilitasi dan pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss

43.863 Hotspot Karhutla Picu Kecelakaan Maut hingga Luar Negeri

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Selain merusak lingkungan, kebakaran juga menghasilkan kabut asap yang mengganggu...

5 Parpol Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran

Pemuja.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai beragam respons dari sejumlah partai politik. Sikap mereka...

Related Articles

Kasus Ijazah Jokowi Berlanjut, Pengacara Cecar Kehadiran Jokowi

Pemuja.com – Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7...

Bukan Cuma di Indonesia, Kini Singapura Usut Perusahaan Terkait Karhutla

Pemuja.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini merambah...

Kalteng Jadi Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia

Pemuja.com – Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi provinsi dengan kualitas udara terburuk di...

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Ancaman MSCI Masih Menghantui

Pemuja.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Jumat...