Pemuja.com – Kolombia masih berduka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang bagian barat negara itu pada Senin, 10 Agustus 2026. Getaran kuat dirasakan di sejumlah wilayah dan memicu kerusakan parah, terutama di kawasan Eje Cafetero serta wilayah Chocó.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat itu membuat sejumlah bangunan runtuh. Warga dan tim penyelamat hingga Selasa masih melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan.
Situasi semakin menjadi perhatian karena gempa terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Abelardo de la Espriella resmi menjabat sebagai kepala negara.

Presiden Kunjungi Wilayah yang Terdampak
Presiden Abelardo de la Espriella langsung turun ke sejumlah wilayah terdampak untuk melihat kondisi korban dan memastikan penanganan darurat berjalan.
Pada Senin, setelah gempa terjadi, De la Espriella mengunjungi Chocó yang menjadi lokasi episentrum. Sehari kemudian, Selasa, 11 Agustus, ia tiba di Pereira, salah satu kota yang mengalami kerusakan paling parah.

Dalam kunjungannya, Presiden melihat langsung proses pencarian dan penyelamatan serta kondisi masyarakat yang terdampak gempa.
De la Espriella juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan rumah maupun terdampak kerusakan akibat bencana tersebut.
Pada Rabu, 12 Agustus, Presiden kembali mengunjungi Armenia yang juga masuk dalam wilayah dengan dampak cukup parah. Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah bantuan dan program pemulihan, termasuk untuk sektor pendidikan dan perumahan.
Korban Terus Bertambah
Jumlah korban akibat gempa masih mengalami perubahan karena proses evakuasi dan identifikasi terus berlangsung.
Dalam laporan pemerintah pada Selasa, Presiden De la Espriella menyebut sedikitnya 181 orang meninggal dunia, 2.595 orang terluka dan 195 orang masih dinyatakan hilang. Namun, laporan dari sejumlah pemerintah daerah mencatat jumlah korban meninggal telah mencapai lebih dari 240 orang.
Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses pendataan masih berlangsung di berbagai wilayah.
Pereira dan Cali menjadi dua kawasan yang mengalami dampak besar. Sejumlah bangunan, fasilitas kesehatan, sekolah dan rumah warga mengalami kerusakan atau roboh akibat guncangan.

Tim Penyelamat Masih Sisir Reruntuhan
Hingga kini, operasi pencarian korban masih menjadi prioritas utama. Tim penyelamat bekerja bersama relawan dan warga untuk menyisir bangunan yang runtuh.
Beberapa korban berhasil ditemukan hidup dari balik reruntuhan. Namun, proses pencarian menghadapi tantangan karena banyak bangunan mengalami kerusakan berat dan sejumlah wilayah sulit dijangkau.
Pemerintah Kolombia juga telah menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan bantuan ke daerah terdampak.
Pemerintah Siapkan Pemulihan
Selain penanganan korban, pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan pascabencana.
Dalam kunjungannya ke wilayah Eje Cafetero, De la Espriella mengumumkan sejumlah kebijakan bantuan bagi masyarakat terdampak. Program tersebut mencakup bantuan untuk perumahan serta pendidikan.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berada di tengah masyarakat selama proses evakuasi dan pemulihan berlangsung.
Bagi Kolombia, bencana ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan baru De la Espriella yang baru beberapa hari dilantik. Saat ini, perhatian pemerintah masih terpusat pada penyelamatan korban, pendataan kerusakan dan memastikan bantuan dapat menjangkau daerah-daerah yang paling terdampak.
Leave a comment