Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Selain merusak lingkungan, kebakaran juga menghasilkan kabut asap yang mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Bahkan sebanyak 43.863 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah sepanjang 2026. Kondisi karhutla yang meluas turut menjadi perhatian karena dampaknya dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Sejumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahaya kabut asap. Insiden tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dilaporkan di Malaysia.


Kecelakaan Beruntun di Lampung
Salah satu insiden terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatra, Kampung Bawang Latak, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada Selasa (6/10/2026).
Kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan boks berusaha mendahului kendaraan di depannya saat jalan tertutup asap kebakaran. Dari arah berlawanan, sebuah SUV melaju hingga terjadi tabrakan yang kemudian memicu kecelakaan beruntun.
Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 10 kendaraan, termasuk truk, kendaraan boks, dan minibus. Dua orang meninggal dunia, sedangkan lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, Iptu Farhan Maulana Febrianto, menyebut asap tebal mengganggu jarak pandang pengemudi. Bahkan, seorang saksi mata menyebut jarak pandang di lokasi kejadian kurang dari 50 meter.
Setelah kejadian, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kebakaran yang diduga menghasilkan asap hingga menutupi jalan. Area perkebunan tebu yang diperiksa kemudian disegel untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, penentuan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dua Bus Bertabrakan di Tol Palembang-Indralaya
Insiden lain terjadi di ruas Tol Palembang-Indralaya, Sumatra Selatan, pada Sabtu (5/9/2026). Kecelakaan tersebut melibatkan bus antarkota ALS dan bus DAMRI yang melaju menuju Indralaya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat ketika kabut asap mengurangi jarak pandang di jalan tol tersebut.
Sebanyak 14 penumpang mengalami luka-luka dan dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini.

Kepolisian setempat melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pengendara juga diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalan yang diselimuti kabut asap.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa asap akibat kebakaran tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di jalan biasa, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan tol yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Tiga Bersaudara Tewas dalam Kecelakaan di Malaysia
Dampak kabut asap juga menjadi perhatian di luar Indonesia. Di Pontian, Johor, Malaysia, tiga bersaudara dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan sepeda motor dengan sebuah truk pada Kamis (8/10/2026).
Korban masing-masing berusia 18, 11, dan 8 tahun. Ketiganya dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju sekolah yang kegiatan belajarnya telah ditutup akibat kondisi kabut asap.
Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kondisi jalan di sekitar lokasi dilaporkan diselimuti kabut dan jerebu yang membatasi jarak pandang. Namun, kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti tabrakan dan belum memastikan apakah kabut asap menjadi faktor langsung dalam kecelakaan tersebut.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kabut asap dapat menjadi ancaman lintas negara, terutama ketika kualitas udara memburuk dan jarak pandang di jalan raya menurun.
Penanganan Karhutla Perlu Diperkuat
Rangkaian kecelakaan tersebut memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak terbatas pada kerusakan hutan dan lahan. Asap yang menyebar hingga ke jalan raya dapat membahayakan pengemudi, penumpang, serta pengguna jalan lainnya.
Karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan melalui pencegahan kebakaran, pemadaman di lokasi terdampak, dan pemantauan wilayah rawan. Pemerintah juga perlu memastikan informasi mengenai kondisi jalan dan jarak pandang tersampaikan kepada masyarakat.
Di wilayah yang terdampak asap pekat, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta berhenti di tempat yang aman apabila jarak pandang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Baca Artikel Lainnya :
- Listrik Padam di Batam, BBM Sulit Dicari di Bali, Apa Tanggapan Pemerintah?
- IHSG Jatuh di Bawah 6.000, Apa Faktor Penyebabnya?
- BNPB Catat Kebakaran 639 Hektare, Tanjung Puting Terluas
- Houthi Yaman Hantam Bandara Arab Saudi, 12 Tewas dan 300 Terluka
- 43.863 Hotspot Karhutla Picu Kecelakaan Maut hingga Luar Negeri
Leave a comment