Home Berita Anggota DPR Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan Nasdem
BeritaNasional

Anggota DPR Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan Nasdem

Share
Anggota DPR Nasdem
Share

Pemuja.com Usai demo yang belrangsung ricuh dari hari ke hir, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan dari keanggotaan DPR oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Keputusan ini muncul di tengah sorotan publik yang memanas dan gelombang kritik terhadap elite politik.


Gelombang Kritik Setelah Aksi Kontroversial DPR

Gejolak ini bermula dari serangkaian aksi dan pernyataan yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir, publik meluapkan amarah mereka di media sosial setelah munculnya video nyeleneh dari lembaga DPR.

Terutama hmad Sahroni, dan Nafa Urbach yang menjadi pusat perhatian, bukan karena prestasi legislatif, tetapi karena dianggap gagal menunjukkan empati terhadap rakyat yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi dan ketidakpastian.

Salah satu pemicu utama ketika Ahmad Sahroni menanggapi demonstrasi di depan rumahnya dengan pernyataan yang menuai kecaman.


Nafa Urbach Minta Maaf, Sahroni Keras Kepala

Melihat meningkatnya tekanan publik, Nafa Urbach akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka Melalui unggahan videonya.

Namun Tidak dengan Ahmad Sahroni, ia justru memposting seperti “ngomel-ngomel” dan tidak terima di halaman media sosial X.

Namun, permintaan maaf tersebut tampaknya tidak cukup untuk meredam kemarahan publik, massa tetap meluapkan amarahnya dengan menjarah rumah mereka.


Langkah Tegas Partai Penonaktifan Sahroni dan Nafa

Menanggapi situasi yang terus memburuk NasDem, akhirnya mengambil langkah tegas terhadap kader-kader mereka.

Surya Paloh bertindak cepat, Ketua Umum NasDem tersebut langsung menandatangani surat penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai anggota DPR dari Fraksi NasDem, yang berlaku efektif per 1 September 2025.

Penonaktifan ini disebut sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas sikap kader yang tidak lagi mencerminkan nilai perjuangan partai dan tidak peka terhadap aspirasi masyarakat.


Pelajaran Besar Bagi Anggota DPR

Peristiwa ini bukan sekadar dinamika politik biasa. Ini adalah teguran keras dari rakyat terhadap wakil-wakilnya yang dinilai kehilangan empati.

Kasus ini sekaligus membuka diskusi penting tentang batas antara dunia hiburan dan dunia politik. Keterlibatan selebritas dalam politik sah-sah saja, namun harus diiringi dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab moral dan sosial yang melekat pada jabatan publik.

Keputusan penonaktifan ini juga menjadi momen krusial bagi partai-partai politik untuk menunjukkan komitmen terhadap kepemimpinan yang bersih.

Dengan tekanan publik yang kuat dan reaksi cepat dari partai, harapan muncul bahwa ini menjadi awal reformasi internal parlemen Indonesia

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Latihan Gabungan TNI, Libatkan 20 Kapal Perang dan Jet Tempur F-16

Pemuja.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan gabungan berskala besar di perairan Karimunjawa pada Kamis (23/4/2026). Latihan ini melibatkan kekuatan militer lintas...

Bertambah Lagi, Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon

Pemuja.com – Masih teringat tiga prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon yang lebih dulu gugur. Mereka telah dikebumikan...

Related Articles

Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara Tewaskan 3 Pendaki

Pemuja.com – Erupsi Gunung Dukono menelan korban jiwa setelah tiga pendaki dilaporkan...

Trump Tolak Proposal Damai Iran, Harga Minyak Mentah Melonjak

Pemuja.com – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan awal pekan...

Markas Judi Online Internasional Digerebek di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

Pemuja.com – Sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ternyata menjadi...

Waspada Hantavirus, Dunia Soroti Dugaan Mutasi Virus di Kapal Pesiar

Pemuja.com – Dunia internasional tengah menyoroti wabah hantavirus yang muncul di kapal...