Home Berita Mengejutkan, Dua Desa di Kabupaten Bogor Digadaikan
BeritaBusinessNasional

Mengejutkan, Dua Desa di Kabupaten Bogor Digadaikan

Share
Dua desa Digadaikan
Dua desa Digadaikan dan Akan Dilelang
Share

Pemuja.com – Berita mengejutkan datang dari Kabupaten Bogor. Dua desa yakni desa Sukaharja dan desa Sukamulya, disebut telah dijadikan agunan bank dalam kasus lama yang berkaitan dengan BLBI. Bahkan, Kejaksaan Agung dikabarkan siap melelang tanah desa tersebut.

Awal Mula Desa Jadi Agunan

Kisah ini bermula dari sengketa lahan sitaan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyeret nama terpidana Lee Darmawan K.H. alias Lee Chin Kiat.

Pada tahun 1983, Lee yang saat itu menjabat sebagai Direktur PT Bank Perkembangan Asia memberikan pinjaman senilai Rp850 juta kepada PT Perkebunan dan Peternakan Nasional Gunung Batu. Sebagai jaminan, digunakan tanah adat seluas 406 hektare di Desa Sukaharja.

Beberapa tahun kemudian, Mahkamah Agung pada 1991 memutuskan memperluas lahan yang disita menjadi 445 hektare. Meski eksekusi telah dilakukan, hasil verifikasi di lapangan hanya menemukan sekitar 80 hektare yang dinyatakan sah

Suara dari Desa Sukawangi

Budianto, Kepala Desa Sukawangi yang merupakan pemekaran dari Desa Sukaraja, mengaku prihatin. Ia menjelaskan bahwa total warga di dua desa tersebut mencapai sekitar 8.000 kepala keluarga (KK). Kini berdasarkan informasi terakhir ke 2 desa itu sudah tidak dihuni.

“Kami kaget saat mendengar klaim dari Kejaksaan Agung bahwa 2 desa ini akan dilelang. Warga sudah tinggal turun-temurun di sana, tentu saja warga sangat prihatin,” ungkap Budianto.

Ia menambahkan, Desa Sukawangi yang kini dihuni sekitar 14.000 jiwa juga menghadapi persoalan lain. Kementerian Kehutanan mengklaim wilayah desa tersebut masuk kawasan hutan.

Jika status itu benar-benar diberlakukan, warga bisa terjerat hukum dan bahkan dijadikan tersangka berdasarkan penegakan hukum kehutanan.

Pemerintah Mulai Bertindak

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi, menyebut pihaknya sudah melakukan identifikasi dan melaporkan temuan ke pemerintah provinsi. Ia menilai perlu ada kepastian hukum agar hak warga tidak terabaikan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, bila ditemukan unsur pelanggaran hukum, kasus tersebut bisa langsung dibawa ke ranah pidana.

Sementara itu, Menteri Desa Yandri Susanto mengaku heran bagaimana mungkin sebuah desa bisa dijadikan jaminan pinjaman bank. Menurutnya desa tersebut sudah dijadikan agunan sejak 1980. Bahkan kini dipasangi plang penyitaan hingga masyarakat diusir.

Harapan Warga

Kini, warga Desa Sukaharja dan Sukamulya menunggu kepastian dari pemerintah. Mereka berharap tanah yang telah ditempati sejak lama tidak benar-benar dilelang.

Lebih jauh lagi, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak pernah lagi terulang di negeri ini, demi melindungi hak masyarakat dan menjaga marwah desa sebagai fondasi bangsa.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Spanyol Juara Piala Dunia 2026!

Pemuja.com – Hari yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola akhirnya menjadi milik Spanyol. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memenuhi New York...

Inggris Sikat Prancis 6-4, Jadi Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Pemuja.com – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions memastikan diri finis di posisi ketiga setelah...

Related Articles

Utang Kopdes Capai Rp240 Triliun, Purbaya Pastikan Cicilan Tepat Waktu

Pemuja.com – Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menanggung...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Dibatasi

Pemuja.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid III Dibacakan Hari Ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan sidang praperadilan jilid...

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus 2026

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjadwalkan sidang perdana dua permohonan...