Home Berita Dampak Redenominasi Rupiah : Baik Atau Buruk?
BeritaNasional

Dampak Redenominasi Rupiah : Baik Atau Buruk?

Share
Rupiah
Share

Pemuja.com – Wacana redenominasi rupiah kembali mencuat setelah Kementerian Keuangan menetapkan RUU Perubahan Harga Rupiah sebagai prioritas dalam Prolegnas 2025–2029.

Rencana ini bertujuan menyederhanakan digit mata uang tanpa mengubah daya beli. Meski terdengar teknis, kebijakan ini memiliki dampak luas terhadap struktur dan persepsi ekonomi nasional.

Efisiensi Transaksi dan Sistem Pembayaran

Redenominasi akan mengurangi jumlah digit dalam transaksi, misalnya dari Rp100.000 menjadi Rp100. Ini menyederhanakan pencatatan akuntansi, penghitungan harga, dan sistem pembayaran digital. Menurut Kemenkeu, hal ini akan mempercepat proses transaksi dan mengurangi potensi kesalahan dalam pencatatan.

Peningkatan Kredibilitas dan Daya Saing Rupiah

Dengan nominal yang lebih ringkas, rupiah dinilai lebih kredibel di mata internasional. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebut redenominasi bisa memperkuat persepsi terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, meski tidak serta-merta memperkuat nilai tukar. Kredibilitas mata uang yang baik dapat menarik investasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Risiko Inflasi dan Kepanikan Harga

Meski tidak mengubah nilai riil, redenominasi berisiko memicu inflasi jika pelaku usaha membulatkan harga secara tidak wajar. Jika sosialisasi kurang memadai, masyarakat bisa salah paham dan menganggap nilai uang mereka berkurang, memicu kepanikan dan lonjakan harga barang.

Dampak Psikologis dan Adaptasi Publik

Perubahan tampilan uang dan sistem harga memerlukan adaptasi psikologis. Tanpa edukasi yang intensif, masyarakat bisa bingung atau merasa kehilangan daya beli. Pemerintah perlu memastikan bahwa transisi dilakukan saat ekonomi stabil dan inflasi terkendali, agar dampak positif bisa maksimal.

Modernisasi dan Integrasi Ekonomi Digital

Redenominasi juga mendukung modernisasi sistem keuangan, terutama dalam integrasi ekonomi digital. Sistem kasir, e-commerce, dan perbankan akan lebih efisien dengan nominal yang lebih sederhana, mempercepat transformasi digital di sektor keuangan dan perdagangan.

Redenominasi rupiah bukan sekadar perubahan angka, melainkan langkah strategis menuju efisiensi, kredibilitas, dan modernisasi ekonomi. Namun, dampaknya sangat bergantung pada stabilitas makroekonomi, kesiapan sistem, dan pemahaman publik. Tanpa itu, manfaatnya bisa berubah menjadi risiko.

Baca Artikel Lainnya

Baca Juga : https://pemuja.com/2025/11/10/pemerintah-pertimbangkan-pembatasan-game-kekerasan-setelah-kasus-sman-72

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris. Pertemuan tersebut membahas kerja sama lingkungan, dengan...

Dua Korban Pesawat ATR Ditemukan, Pencarian Masih Berlanjut

Pemuja.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi...

Related Articles

Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir pada acara Pengukuhan dan...

BPJS “Kurang Mampu” Mendadak Tidak Aktif, Kok Bisa?

Pemuja.com – Sejumlah peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) melaporkan...

Pandji Datangi Polda Metro Jaya Terkait Laporan “Mens Rea”

Pemuja.com – Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan klarifikasi Polda Metro Jaya pada...

Prabowo Terima Kunjungan PM Australia di Jakarta

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri...