Home Berita Maraknya Bullying di Sekolah, Prabowo: “Harus Kita Atasi!”
BeritaKriminalNasionalPendidikan

Maraknya Bullying di Sekolah, Prabowo: “Harus Kita Atasi!”

Share
Stop Bullying
Stop Bullying
Share

Pemuja.com – Kasus perundungan kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Perhatian publik kini tertuju pada seorang siswa kelas 7 SMP Negeri 19 Ciater Serpong, berinisial MH, yang mengalami kekerasan oleh teman sekelasnya.

Insiden terjadi pada 20 Oktober 2025, ketika MH dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala menjelang waktu istirahat. Keesokan harinya, MH mulai mengeluhkan sakit di kepala.

Pihak keluarga kemudian melakukan pendalaman dan menemukan fakta bahwa tindakan kekerasan tersebut bukan yang pertama.

Korban mengaku telah berulang kali menerima perlakuan kasar, mulai dari dipukul hingga ditendang oleh sejumlah siswa lain. Rangkaian perundungan inilah yang akhirnya berujung pada berpulangnya MH setelah sempat dirawat intensif.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan memantik kembali perdebatan publik mengenai lemahnya pengawasan di sekolah.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana tindakan perundungan dapat terjadi terus-menerus tanpa pencegahan dari pihak sekolah maupun wali kelas.

Fenomena Perundungan di Media Sosial

Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dipenuhi video dan laporan perundungan yang melibatkan pelajar, baik laki-laki maupun perempuan. Ada yang saling berkelahi, saling menjambak, hingga melakukan intimidasi secara berkelompok.

Banyak dari aksi tersebut direkam oleh teman sebaya, seolah-olah perundungan telah menjadi tontonan dan bukan lagi sesuatu yang memalukan untuk dilakukan.

Maraknya unggahan ini menunjukkan bahwa kekerasan di lingkungan sekolah bukan fenomena tunggal, melainkan masalah yang lebih luas dan semakin mengkhawatirkan.

Prabowo: “Harus Kita Atasi”

Menanggapi meningkatnya kasus bullying, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan singkat namun tegas.
“Ya, itu harus kita atasi,” ujarnya saat ditanya mengenai maraknya kekerasan antarsiswa.

Prabowo menekankan bahwa perundungan tidak boleh dianggap sepele. Ia menyebut sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan aman dan membentuk karakter siswa agar saling menghormati.

Meski tidak merinci langkah lanjutan, pernyataannya dipandang sebagai dorongan agar pihak terkait mengambil tindakan nyata.

Tekanan Publik untuk Pembenahan Sistem

Kasus yang menimpa MH memperkuat tuntutan agar sekolah memperbaiki tata kelola pengawasan, memperjelas sistem pelaporan, dan memastikan setiap siswa memiliki akses untuk melapor tanpa takut mendapat balasan.

Para ahli pendidikan mengingatkan bahwa perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang, seperti trauma, kecemasan, dan penurunan rasa percaya diri.

Karena itu, pencegahan tidak boleh hanya berupa imbauan, tetapi harus hadir dalam bentuk kebijakan yang benar-benar hidup di setiap sekolah.

Saatnya Evaluasi Menyeluruh

Tragedi yang menimpa MH menjadi sinyal bahwa masalah perundungan tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Sekolah perlu meninjau ulang sistem pengawasan, budaya internal, serta mekanisme komunikasi dengan siswa dan orang tua.

Tanpa langkah konkret dan konsisten, kekerasan di lingkungan pendidikan akan terus berulang dan menggerogoti rasa aman yang seharusnya dimiliki setiap anak.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Pantang Mundur! KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring dalam operasi...

Materi Pencegahan LGBTQ Segera Masuk Pelajaran Agama

Pemuja.com – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBTQ rampung pada Agustus 2026. Materi tersebut akan dimasukkan ke dalam pelajaran...

Related Articles

APBN 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Ini Sorotan Puan

Pemuja.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti besarnya anggaran belanja negara...

Gempa M7,7 Guncang NTT, Peringatan Tsunami Digencarkan

Pemuja.com – Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar Mbay,...

Prabowo : Masak TNI-Polri Tak Bisa Usut 1.000 Tambang Ilegal

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan...

Musim Kemarau Memuncak, Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia

Pemuja.com – Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali...