Home Berita #Wargajagawarga: Rakyat Kehilangan Kepercayaan Pemerintah?
BeritaNasional

#Wargajagawarga: Rakyat Kehilangan Kepercayaan Pemerintah?

Share
Rakyat
Share

Pemuja.com – Gerakan #Wargajagawarga yang diserukan rakyat merebak di berbagai kota sebagai respons atas meningkatnya keresahan sosial.

Warga dari beragam latar belakang suporter sepak bola, komunitas keagamaan, hingga ibu rumah tangga turun tangan menjaga lingkungan mereka.

Aksi ini lahir dari kebutuhan mendesak: rasa aman yang dianggap tidak lagi dijamin oleh negara. Media sosial menjadi ruang utama penyebaran seruan, dengan tagar #Wargajagawarga menjadi simbol solidaritas akar rumput.

Kekecewaan Rakyat Sumatera Terhadap Pemerintah

Krisis kepercayaan terhadap pemerintah semakin diperkuat oleh bencana banjir dan longsor di Sumatera akhir tahun ini.

Ribuan batang kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus menimbulkan dugaan kuat adanya praktik penebangan liar di hulu sungai.

Lembaga antikorupsi menyoroti adanya pola korupsi di sektor sumber daya alam, sementara pemerintah dinilai lamban dan tidak transparan dalam mengungkap fakta. Publik pun mencurigai adanya perusakan alam yang sengaja disembunyikan.

Solidaritas Rakyat Sebagai Protes Ekologis

Gerakan warga menjaga lingkungan dan fasilitas umum kini bergeser makna: bukan sekadar gotong royong, melainkan bentuk protes ekologis.

Warga merasa harus mengambil alih peran negara, baik dalam menjaga keamanan maupun melindungi alam.

Narasi “rakyat jaga rakyat” bertransformasi menjadi “rakyat jaga alam”, menandakan defisit kepercayaan yang semakin dalam terhadap pemerintah.

Rakyat Jadi Lebih Kompak, Apakah Sangat Berdampak?

Fenomena ini membawa risiko besar. Di satu sisi, solidaritas warga memperkuat kohesi sosial. Namun di sisi lain, jika negara terus dianggap absen, legitimasi pemerintah sebagai penjamin keamanan dan pengelola sumber daya alam bisa runtuh.

Potensi benturan narasi antara pemerintah dan warga juga semakin besar, terutama jika hasil investigasi resmi tidak transparan.

Gerakan #Wargajagawarga dan bencana Sumatera menjadi dua wajah dari satu krisis: hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

Solidaritas warga lahir dari kekecewaan, dan kini berkembang menjadi protes politik-ekologis. Jika negara gagal merespons dengan transparansi dan akuntabilitas, maka gerakan warga bisa menjadi simbol perlawanan yang lebih luas.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Bertemu Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu Raja Charles III di Lancaster House, London, Inggris. Pertemuan tersebut membahas kerja sama lingkungan, dengan...

Dua Korban Pesawat ATR Ditemukan, Pencarian Masih Berlanjut

Pemuja.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi...

Related Articles

Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir pada acara Pengukuhan dan...

BPJS “Kurang Mampu” Mendadak Tidak Aktif, Kok Bisa?

Pemuja.com – Sejumlah peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) melaporkan...

Pandji Datangi Polda Metro Jaya Terkait Laporan “Mens Rea”

Pemuja.com – Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan klarifikasi Polda Metro Jaya pada...

Prabowo Terima Kunjungan PM Australia di Jakarta

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri...