Home Berita Menuju Pleno 9 Desember, Gejolak PBNU Makin Terang di Permukaan
BeritaNasional

Menuju Pleno 9 Desember, Gejolak PBNU Makin Terang di Permukaan

Share
Pleno Tahun 2024
Pleno Tahun 2024
Share

Pemuja.com – Ketegangan di tubuh Nahdlatul Ulama kembali memuncak. Setelah Majelis Syuriyah meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mundur, dinamika semakin cepat bergerak menuju rapat pleno pada 9 Desember yang disebut akan menjadi titik penentu arah organisasi.

Gus Yahya menegaskan tidak akan mundur. Ia menyebut mandat Muktamar harus dijalankan sampai tuntas lima tahun masa khidmat. Situasi ini menimbulkan kegelisahan sekaligus perhatian besar di kalangan Nahdliyin.

Rencana Besar di 9 Desember

Agenda 9 Desember disebut sebagai rapat pleno penting untuk menentukan langkah lanjutan. Salah satu poin yang disorot adalah kemungkinan munculnya pejabat sementara Ketua Umum, jika posisi Gus Yahya dinilai lowong akibat keputusan Syuriyah.

Namun ada beberapa pihak meminta pleno ditunda. Para sesepuh NU menyebut proses yang berjalan terlalu cepat dan belum memenuhi tata kelola organisasi sesuai AD/ART. Suara ini menandakan adanya keinginan agar penyelesaian persoalan berjalan lebih hati-hati.

Ketua PBNU Tolak Mundur!

Gus Yahya membantah semua tuduhan pelanggaran. Ia menilai risalah Syuriyah yang meminta dirinya mundur cacat prosedur dan tidak memiliki dasar kewenangan. Baginya, jabatan Ketua Umum hanya dapat berubah melalui mekanisme Muktamar.

Ia juga menyebut keputusan tersebut mengabaikan klarifikasi yang sudah ia berikan. Karena itu, ia menilai posisinya tetap sah sampai akhir masa jabatan.

Syuriyah NU Tetap Pada Keputusan

Di sisi lain, Syuriyah NU menilai langkah meminta Ketua Umum mundur sudah sesuai dengan temuan internal. Mereka menegaskan rapat pleno harus tetap berjalan sesuai jadwal.

Perbedaan pandangan ini memperlihatkan adanya jarak antara struktur pengurus harian dan Syuriyah yang semakin melebar.

Suara Sesepuh dan Tokoh NU

Para sesepuh meminta proses ditunda. Mereka ingin penyelesaian dilakukan secara lebih tertib agar tidak menimbulkan perpecahan di akar rumput. Tokoh-tokoh NU juga menunjukkan kekhawatiran.

Di tengah dinamika ini, banyak pihak berharap konflik tidak merusak pondasi organisasi yang selama puluhan tahun menjadi tumpuan umat.

Ke Mana Arah NU Setelah Ini?

Situasi menuju 9 Desember masih cair. Pleno bisa berjalan atau justru ditunda. Jika pleno tetap dilaksanakan, kemungkinan muncul dualisme kepemimpinan makin terbuka. Jika ditunda, tensi konflik mungkin mereda, meski belum menyentuh akar persoalan.

Kembali ke pertanyaan besar sebelumnya : apakah NU akan menemukan jalan islah, atau justru memasuki fase baru dengan perpecahan struktural?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Prabowo Siap Jadi Mediator untuk Konflik di Timur Tengah

Pemuja.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapan dirinya dan Indonesia untuk memainkan peran diplomasi aktif sebagai mediator guna meredam eskalasi konflik...

Serangan Drone Iran Targetkan Kedubes AS di Riyadh

Pemuja.com – Pada Awal Maret 2026, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan drone yang diyakini diluncurkan oleh Iran menghantam Kedutaan...

Related Articles

KPK Cabut Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) resmi mencabut status tahanan...

One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Dimulai Hari Ini

Pemuja.com – Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional...

Pesawat Militer Kolombia Bawa 125 Orang Jatuh, Puluhan Tewas

Pemuja.com – Sebuah pesawat militer milik Angkatan Udara Kolombia dilaporkan jatuh sesaat...

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam

Pemuja.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran....