Pemuja.com – Banjir masih melanda sejumlah wilayah Jakarta hingga Kamis pagi setelah hujan deras mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Rabu malam.
Luapan air sungai akibat banjir kiriman dari wilayah hulu, terutama Bogor, memperparah kondisi di beberapa titik permukiman padat penduduk dan ruas jalan utama Ibu Kota.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pagi ini belasan hingga puluhan Rukun Tetangga (RT) terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di wilayah tertentu.
Jakarta Timur Jadi Wilayah Terparah
Wilayah Jakarta Timur dilaporkan menjadi daerah dengan dampak paling signifikan. Beberapa kelurahan yang berada di bantaran Kali Ciliwung mengalami genangan tinggi akibat luapan air sejak dini hari.
Di Kelurahan Cawang, banjir merendam sedikitnya beberapa RT dengan ketinggian air mencapai 1,2 hingga 1,5 meter.
Air menggenangi rumah warga hingga setinggi dada orang dewasa, menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga : Waspada Banjir di Jakarta, Catat Nomor-Nomor Darurat
Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Kampung Melayu dan Bidara Cina, di mana genangan air mencapai 110 hingga 150 sentimeter.
Luapan Kali Ciliwung membuat permukiman di sepanjang bantaran sungai terendam sejak subuh. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Cililitan, Jakarta Timur, meski dengan ketinggian yang bervariasi.
Jakarta Selatan Ikut Terdampak Banjir
Di wilayah Jakarta Selatan, banjir tercatat merendam permukiman warga di Pejaten Timur dan Rawajati. Di kedua kawasan tersebut, air menggenangi rumah warga setinggi 30 hingga 60 sentimeter.
Meski tidak setinggi di Jakarta Timur, genangan ini tetap mengganggu aktivitas warga, terutama pada jam keberangkatan kerja dan sekolah.

Ruas Jalan Tergenang, Lalu Lintas Terganggu
Selain permukiman, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan meningkatkan risiko kendaraan mogok.
Beberapa titik jalan yang terendam antara lain:
- Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih (Jakarta Pusat), dengan genangan air setinggi 30–40 sentimeter
- Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat, khususnya di sekitar kawasan Taman Kota dan arah Cengkareng, dengan genangan sekitar 30 sentimeter
- Jalan DI Panjaitan, Jatinegara (Jakarta Timur), yang tergenang setinggi 25–30 sentimeter
Genangan air di ruas-ruas tersebut menyebabkan perlambatan arus kendaraan dan kemacetan, terutama pada pagi hari.
Dipicu Hujan Deras dan Banjir Kiriman
BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa banjir kali ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi di Jakarta dan banjir kiriman dari wilayah hulu, khususnya Bogor.
Debit air yang meningkat membuat Pintu Air Manggarai sempat berada pada status Siaga, menandakan tingginya aliran air menuju Jakarta.
Petugas terus melakukan pemantauan di pintu-pintu air dan sungai utama untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan, untuk tetap waspada.
Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG serta segera melakukan evakuasi jika kondisi memburuk.
BMKG sebelumnya juga memperkirakan potensi hujan masih dapat terjadi di wilayah Jabodetabek, sehingga risiko banjir susulan masih perlu diantisipasi.
Leave a comment