Pemuja.com – Gelombang kekerasan besar kembali mengguncang Meksiko setelah tewasnya gembong narkoba paling diburu negara itu. Dalam waktu singkat, situasi di sejumlah wilayah berubah menjadi chaos dengan aksi balasan kartel yang meluas dari jalan raya hingga fasilitas vital.
Peristiwa ini terjadi menyusul operasi militer yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes, pimpinan Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG). Sosok yang dikenal dengan julukan El Mencho itu selama ini dianggap sebagai salah satu bandar narkoba paling kuat di Meksiko.
Kematian El Mencho langsung memicu reaksi keras jaringan CJNG yang bergerak cepat melakukan aksi balasan bersenjata.

Operasi Militer Jadi Pemicu
Operasi penindakan dilakukan pasukan federal di wilayah negara bagian Jalisco, basis kuat CJNG. Baku tembak sengit terjadi sebelum El Mencho dilaporkan tewas.
Pengamat keamanan menilai pola ini bukan hal baru di Meksiko. Setiap figur kunci kartel tumbang, jaringan di bawahnya kerap merespons dengan kekerasan terbuka untuk menunjukkan bahwa struktur mereka masih utuh.
Dalam kasus ini, respons CJNG tergolong cepat dan masif.
Serangan Balasan Terkoordinasi
Dalam hitungan jam setelah kabar kematian menyebar, kelompok bersenjata kartel melancarkan serangan di banyak titik.
Target yang disasar meliputi:
- pembakaran bus penumpang
- pembakaran truk logistik
- pembakaran mobil sipil
- blokade jalan utama
- serangan terhadap aparat
- gangguan fasilitas publik
Laporan otoritas menyebut sekitar 250 titik blokade didirikan menggunakan kendaraan yang dibakar. Dampaknya, distribusi barang dan mobilitas warga sempat lumpuh di sejumlah kota.
Tidak hanya itu, beberapa fasilitas umum seperti supermarket, bank, hingga SPBU dilaporkan ikut menjadi sasaran pembakaran.

Bandara Ikut Terdampak
Situasi makin mencekam ketika sektor transportasi udara ikut terganggu. Bandara di wilayah terdampak sempat siaga tinggi setelah terjadi tembakan di sekitar akses dan meningkatnya ancaman keamanan.
Sejumlah penerbangan menuju kawasan wisata Puerto Vallarta dilaporkan dibatalkan. Maskapai memilih menunda operasional karena risiko keamanan dan kepulan asap dari berbagai titik kebakaran.
Langkah ini memperlihatkan bahwa tekanan kartel tidak lagi terbatas di jalan raya, tetapi mulai menyentuh infrastruktur strategis.
Korban Jiwa di Kedua Pihak
Data sementara menunjukkan korban cukup besar.
Dari pihak aparat sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas, sementara dari pihak kartel sekitar 30 hingga 34 anggota kartel tewas.
Jumlah ini masih berpotensi berubah seiring operasi penyisiran di lapangan.
Viral di Media Sosial
Di tengah situasi panas, media sosial dipenuhi rekaman yang memperlihatkan kekuatan bersenjata kartel. Salah satu video yang beredar luas di platform X memperlihatkan konvoi kelompok bersenjata dengan perlengkapan menyerupai unit militer.
Dalam rekaman tersebut terlihat:
- kendaraan taktis beriringan
- personel membawa senjata laras panjang
- formasi bergerak rapi seperti pasukan tempur
Sejumlah analis memang menilai CJNG memiliki struktur paramiliter kuat dengan persenjataan kelas militer ringan.

Respons Pemerintah
Pemerintah federal Meksiko langsung mengerahkan militer dan Garda Nasional dalam operasi besar.
Langkah darurat yang dilakukan antara lain:
- patroli udara dan darat diperketat
- pengamanan bandara dan jalan tol
- operasi lanjutan memburu sel CJNG
- imbauan warga untuk tetap di rumah
Otoritas menyebut situasi di beberapa wilayah mulai berangsur terkendali, meski status siaga masih diberlakukan.
Tantangan Berat
Peristiwa ini kembali menegaskan tantangan berat perang melawan kartel di Meksiko. Tumbangnya satu bos besar memang pukulan simbolik, tetapi juga kerap memicu fase kekerasan baru di lapangan.
Selama jaringan finansial, logistik, dan persenjataan kartel belum diputus, potensi ledakan chaos serupa masih akan terus menghantui keamanan di Meksiko.
Leave a comment