Pemuja.com – Amerika Serikat (AS) dan Israel resmi melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam operasi gabungan yang disebut sebagai salah satu eskalasi terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi dimulainya “major combat operations” atau operasi tempur besar-besaran terhadap target di wilayah Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar fasilitas militer strategis serta infrastruktur yang dikaitkan dengan program rudal dan nuklir Iran.
Media internasional seperti Reuters dan The Guardian melaporkan bahwa operasi dilakukan dalam koordinasi erat antara Washington dan Tel Aviv, dengan sejumlah ledakan terdengar di beberapa wilayah utama Iran.

Sebelum Serangan Pada Iran, Warga Asing Sudah Dievakuasi?
Menariknya, eskalasi ini sebenarnya telah tercium sejak beberapa hari sebelumnya. Sejumlah negara diketahui mulai mengeluarkan imbauan perjalanan bahkan menarik sebagian warganya dari Israel dan kawasan Timur Tengah karena meningkatnya risiko konflik.
Pemerintah Italia, misalnya, mendesak warganya untuk meninggalkan Iran dan meningkatkan kewaspadaan di kawasan.
Amerika Serikat dan Inggris juga dilaporkan membatasi pergerakan staf diplomatik serta mengizinkan keberangkatan personel non-esensial dari wilayah terdampak.
Sementara India mengeluarkan advisory bagi warganya di Iran dan Israel untuk berhati-hati menyusul potensi eskalasi militer.
Langkah-langkah tersebut memicu spekulasi bahwa operasi militer besar tengah dipersiapkan. Beberapa analis menyebut penarikan staf diplomatik dan peringatan keamanan sebagai sinyal klasik menjelang aksi militer berskala besar.

Trump Serang Iran : Operasi untuk Lindungi Kepentingan AS
Dalam pernyataannya melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menegaskan operasi ini bertujuan melindungi rakyat dan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Ia menyatakan target serangan mencakup kemampuan rudal dan elemen strategisnya yang dinilai mengancam keamanan regional.
Baca Juga : KPK Tidak Hadir, Sidang Yaqut Ditunda Hingga Sepekan
Trump juga menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut hingga tujuan militer tercapai. Pernyataan tersebut mempertegas keterlibatan langsung militer AS dalam operasi ofensif, bukan sekadar dukungan intelijen atau logistik kepada Israel.

Israel: Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir
Pemerintah Israel menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah Iran memperoleh kemampuan senjata nuklir.
Seorang pejabat Israel menyebut operasi telah dikoordinasikan dengan AS sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang dianggap semakin nyata.
Konflik antara Israel dan Iran memang telah berlangsung dalam bentuk perang bayangan selama bertahun-tahun, termasuk serangan siber, operasi rahasia, dan serangan terbatas. Namun keterlibatan terbuka AS kali ini menandai babak baru yang lebih serius dalam dinamika kawasan.
Potensi Eskalasi Regional
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan. Otoritas Iran dilaporkan meningkatkan kesiagaan militer dan menutup wilayah udara di beberapa area strategis.
Komunitas internasional menyuarakan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat meluas menjadi perang regional, mengingat posisi strategisnya dan keterlibatan langsung dua kekuatan militer besar.
Situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase yang sangat dinamis dan berpotensi berkembang cepat dalam beberapa hari ke depan.
Perkembangan lebih lanjut masih terus dipantau seiring respons Iran dan reaksi dunia internasional terhadap operasi militer besar-besaran tersebut.
Baca Artikel Lainnya :
- Breaking News! : Amerika Serikat Dan Israel Resmi Serang Iran
- Gahar! Galaxy S26 Bawa Super Steady, Siap Tantang iPhone 17
- Netflix Tidak Naikkan Tawaran, Apakah Keluar dari Persaingan Warner Bros?
- Menkeu Purbaya “Blacklist” Penerima LPDP yang Hina Indonesia
- Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Siap Perkuat Hubungan RI-UEA
Leave a comment