Home Berita Harga Bensin di Amerika Naik Imbas Perang, Warga Mulai Menjerit
BeritaInternasional

Harga Bensin di Amerika Naik Imbas Perang, Warga Mulai Menjerit

Share
Share

Pemuja.com – Kenaikan harga bensin di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu keluhan dari masyarakat. Lonjakan ini terjadi tak lama setelah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak langsung pada pasokan minyak global.

Berdasarkan laporan sejumlah media, harga bensin di Amerika sempat menyentuh sekitar US$3,58 per galon pada awal Maret 2026, menjadi level tertinggi sejak 2024.


Dampak Langsung Konflik Timur Tengah

Kenaikan harga ini disebut berkaitan erat dengan terganggunya distribusi minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Reuters yang dikutip berbagai media, perang antara Amerika Serikat dan Iran memicu gangguan pasokan. Terutama di jalur vital seperti Selat Hormuz—yang merupakan jalur utama distribusi minyak global.

Selain itu, harga minyak dunia bahkan sempat menembus US$100 per barel, didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap pasokan yang terganggu.


Harga BBM Naik Cepat dalam Waktu Singkat

Data menunjukkan harga bahan bakar naik lebih dari 10% dalam satu pekan, seiring melonjaknya harga minyak global setelah konflik pecah.

Bahkan di beberapa wilayah, kenaikan mencapai puluhan sen per galon hanya dalam hitungan hari, mencerminkan cepatnya dampak geopolitik terhadap harga energi.


Warga Amerika Mulai Mengeluh

Sejumlah warga mengaku terkejut karena harga bensin meningkat drastis dalam waktu singkat. Salah satu warga di Georgia, Amerika Serikat, mengaku harga bensin “melonjak dalam semalam” dan membuat pengeluaran harian bertambah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak konflik global tidak hanya dirasakan di tingkat negara, tetapi juga langsung membebani masyarakat sehari-hari.


Dampak Global, Bukan Hanya di Amerika

Data menunjukkan setidaknya lebih dari 90 negara mengalami kenaikan harga bahan bakar setelah konflik AS–Iran pecah.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol Arus Balik Lebaran Mulai Berlaku Hari Ini

Hal ini menegaskan bahwa perang di Timur Tengah memiliki dampak luas terhadap pasar energi global, mengingat kawasan tersebut merupakan pusat produksi dan distribusi minyak dunia.


Tekanan Ekonomi Makin Terasa

Kenaikan harga bensin di Amerika kini menjadi salah satu isu ekonomi yang paling dirasakan masyarakat. Selain meningkatkan biaya transportasi, lonjakan harga bahan bakar juga berpotensi mendorong kenaikan harga barang lain akibat biaya distribusi yang ikut naik.

Dengan konflik yang masih berlangsung dan pasokan minyak global yang belum stabil, tekanan terhadap harga energi diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Update Galodo Solok, Satu Korban Tewas dan Potongan Kayu Beredar di Medsos

Pemuja.com – Kabar terbaru dari banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Satu warga ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai...

Sidang Umum PBB 2026 Memanas, Diwarnai Aksi Walk Out

Pemuja.com – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat akan membahas berbagai persoalan dunia. Mulai dari perang...

Related Articles

MotoGP Indonesia 2026 Akhir Pekan Ini, Persaingan Martin dan Marquez Sangat Terasa

Pemuja.com – Mandalika akhir pekan ini akan menjadi ramai kembali. Sirkuit Pertamina...

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Tol Cipularang KM 91, 15 Kendaraan Terlibat

Pemuja.com – Mengerikan, kecelakaan beruntun kembali terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta....

81 Pesawat Militer AS Rusak atau Hilang dalam Perang Iran

Pemuja.com – Kabar terbaru dari perang Amerika-Iran, ternyata sedikitnya sudah 81 pesawat...

Biaya Haji 2027 Resmi Tembus Rp98,4 Juta

Pemuja.com – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi resmi ditetapkan...