Home Berita Sempat Ditolak Menkeu, Tapi Jalan Terus, Polemik Motor Listrik MBG Kian Melebar
BeritaNasional

Sempat Ditolak Menkeu, Tapi Jalan Terus, Polemik Motor Listrik MBG Kian Melebar

Share
Motor BGN Dipertanyakan
Motor BGN Dipertanyakan
Share

Pemuja.com – Di tengah polemik pengadaan motor BGN yang belum mereda, muncul fakta yang justru semakin mengejutkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bahwa pengadaan motor listrik untuk program MBG sebenarnya sudah pernah muncul sejak tahun sebelumnya, namun saat itu justru ditolak.

Purbaya secara terbuka menyebut bahwa pengadaan motor, bersama pembelian komputer dalam jumlah besar, dinilai bukan sebagai prioritas utama. Fokus anggaran seharusnya diarahkan pada kebutuhan inti program, yakni penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.

Namun yang lebih mengejutkan, ketika isu ini kembali mencuat dan bahkan sudah terlihat realisasinya di lapangan, Purbaya justru mengaku belum mengetahui detail pelaksanaannya saat ini dan akan melakukan pengecekan ulang.

‎”Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak, yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatmentnya,” kata Purbaya

Antara Penolakan dan Realisasi

Pernyataan ini memunculkan kontradiksi yang sulit diabaikan. Di satu sisi, usulan pernah ditolak karena dianggap tidak mendesak, namun di sisi lain pengadaan justru tetap berjalan dan kini menjadi polemik nasional.

Artinya, ada proses yang berjalan tanpa kejelasan arah koordinasi!

Jika sebelumnya sudah dinilai tidak prioritas, lalu bagaimana kebijakan tersebut bisa tetap dieksekusi, siapa yang akhirnya menyetujui, dan apakah proses ini benar-benar melalui mekanisme pengawasan anggaran yang semestinya.

Motor Listrik SPPG

Koordinasi yang Terlihat Longgar

Fakta bahwa Menteri Keuangan tidak mengetahui detail realisasi program ini menjadi sinyal kuat adanya persoalan koordinasi antar lembaga.

Dalam program sebesar MBG, yang menyerap anggaran besar dan menyasar kebutuhan dasar masyarakat, koordinasi seharusnya menjadi fondasi utama. Namun yang terlihat justru sebaliknya.

Kebijakan berjalan, barang sudah tersedia, tetapi penjelasan antar lembaga belum sinkron.

Kritik pun Bermunculan

Kondisi ini semakin mempertegas kritik yang sebelumnya sudah muncul. Di saat program MBG masih diwarnai persoalan di lapangan, mulai dari kualitas makanan, kebersihan, hingga penangguhan operasional, kini ditambah dengan persoalan tata kelola.

Program yang disebut-sebut sebagai “super power” ini mulai dipertanyakan bukan hanya dari sisi pelaksanaan, tetapi juga dari cara pengambilan keputusannya.

Jika keputusan sebesar ini saja berjalan tanpa koordinasi yang jelas, maka kekhawatiran publik menjadi wajar.

Bagaimana dengan Koperasi Desa Merah Putih?

Fenomena ini pun mulai terlihat bukan hanya di program MBG. Dalam beberapa kasus lain, seperti pengadaan kendaraan untuk Koperasi Desa, pola serupa juga mulai dipertanyakan.

Pengadaan dilakukan, namun kejelasan kebutuhan dan kesiapan di lapangan belum sepenuhnya matang.

Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan yang lebih luas, apakah kondisi seperti ini mulai dianggap wajar saat ini, yang penting pengadaan dilakukan terlebih dahulu, sementara perencanaan dan prioritas menyusul kemudian! Ada apa dengan negeri ini?

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Indonesia Sudah di Tanah Air

Pemuja.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan sekitar 90 persen jemaah haji Indonesia beserta petugas telah kembali ke Tanah Air. Capaian tersebut...

Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Hari Ini

Pemuja.com – Sidang perdana praperadilan yang diajukan Roy Suryo digelar hari ini, Senin (29/6), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Permohonan itu diajukan untuk...

Related Articles

Jampidsus Febrie Adriansyah Muncul, usai Terkait Kasus Korupsi

Pemuja.com – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya...

Polisi Sita 74 Kg Emas dan Rp476 Miliar Dari rumah Jampidsus

Pemuja.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyita 74 kilogram emas batangan serta...

Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Rumah Jampidsus

Pemuja.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) angkat bicara setelah muncul sorotan terkait penggeledahan...

KPK OTT Bupati Sukoharjo, Empat Orang Lain Ikut Diamankan

Pemuja.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT)....