Home Berita Viral Pemalakan hingga Konflik Tingkat Atas, Wajah Keras Tanah Abang
BeritaKriminalNasional

Viral Pemalakan hingga Konflik Tingkat Atas, Wajah Keras Tanah Abang

Share
Dilema Tanah Abang
Dilema Tanah Abang
Share

Pemuja.com – Kawasan Tanah Abang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, tempat ribuan orang menggantungkan hidup setiap hari. Aktivitas ekonomi di wilayah ini hampir tidak pernah berhenti.

Namun di balik itu, Tanah Abang juga lekat dengan reputasi lama: praktik premanisme yang seolah menjadi bagian dari dinamika lapangan. Dalam beberapa hari terakhir, wajah tersebut kembali mencuat setelah serangkaian kejadian viral di media sosial.

Kasus Tukang Bubur

Peristiwa yang paling menyita perhatian adalah kasus tukang bubur yang diduga menjadi korban pemalakan. Dalam video yang beredar, pelaku tidak hanya meminta uang, tetapi juga merusak dagangan korban.

Tukang bubur meminta tenggat waktu untuk membayar namun tidak diberikan, sehingga beberapa mangkoknya dipecahkan. Aksi itu memicu kemarahan publik dan mendorong aparat bertindak cepat. 3 Pelaku telah diamankan.

Namun peristiwa ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha kecil masih menghadapi tekanan langsung di ruang kerja mereka.

Tukang Bajaj dan “Jatah” yang Terus Berulang

Tidak lama setelah itu, muncul kasus lain. Seorang pengemudi bajaj mengaku dimintai “jatah keamanan” saat beroperasi di kawasan tersebut.

Nominalnya bisa sampai 100.000 per hari dan praktik ini berulang dan membentuk pola. Bagi pengemudi, pilihan yang ada selalu sulit: menolak berisiko diteriaki maling atau di pukul kacanya, mengikuti berarti menambah beban.

Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik informal seperti ini masih hidup dan berjalan di ruang abu-abu.

Konflik Elite, Arah Masa Depan Kawasan

Di tengah tekanan di level bawah, konflik besar muncul di level atas. Hercules Rosario Marshal berseteru dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait terkait rencana penataan kawasan.

Pemerintah berencana mengembangkan sebagian Tanah Abang menjadi proyek perumahan baru. Tujuannya adalah menghadirkan keteraturan dan solusi jangka panjang.

Namun bagi banyak pihak di lapangan, Tanah Abang bukan sekadar wilayah. Ia adalah ruang hidup dengan jaringan ekonomi dan pengaruh yang sudah terbentuk lama. Di titik ini, benturan kepentingan menjadi sulit dihindari.

Ujian Negara di Tengah Realitas Lapangan

Apakah negara akan kalah dengan premanisme yang kini justru semakin dekat dengan kekuasaan, bahkan beririsan dengan kepentingan di dalamnya?

Di tengah situasi yang berkembang di Tanah Abang, publik juga menangkap sinyal lain yang tidak bisa diabaikan. Sebelumnya, sosok Hercules terlihat mendatangi Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan menyebutnya sebagai sahabat.

Tidak ada penjelasan rinci mengenai isi pertemuan tersebut. Dari pihak pemerintah, pernyataan yang muncul cenderung umum dan tidak mengaitkan langsung dengan dinamika yang sedang terjadi.

Namun justru di situlah letak persoalannya.

Kedekatan yang terlihat di ruang publik memunculkan persepsi baru. Bahwa relasi antara kekuatan lapangan dan lingkar kekuasaan tidak sepenuhnya berjarak.

Situasi ini membuat persoalan menjadi semakin rumit. Penertiban tidak lagi sekadar soal menindak di bawah, tetapi juga menyentuh jejaring yang lebih luas dan sensitif.

Di titik ini, pertanyaannya menjadi semakin tajam. Apakah negara akan benar-benar berdiri tegak, atau justru harus berhadapan dengan premanisme yang memiliki kedekatan dan “orang dalam” di lingkar pemerintahan sendiri? Rumit.

Baca Artikel Lainnya :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

414 Dapur MBG Bermasalah, BGN Kembalikan Rp311,2 Miliar

Pemuja.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau...

Geger! Pilot Penerbangan Internasional Ditangkap Bawa Puluhan Ribu Butir Ekstasi

Pemuja.com – Mengejutkan, seorang pilot maskapai asal Malaysia ditangkap setelah kedapatan membawa puluhan ribu butir ekstasi saat tiba di Indonesia. Kasus ini menjadi...

Related Articles

Wakil Ketua BEM UI Geram Ada Mobil Komando Polisi saat Demo

Pemuja.com – Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di...

Roy Suryo, Tifa, Febrie Jalani Sidang Praperadilan Hari ini

Pemuja.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sejumlah sidang praperadilan yang...

Yaqut Minta KPK Buka Dasar Kerugian Negara Rp622 Miliar

Pemuja.com – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...

Demo BEM UI Hari Ini, Mahasiswa Bawa 8 Tuntutan

Pemuja.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk...