Pemuja.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal kuat terkait kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam waktu dekat. Hal ini seiring dengan lonjakan harga minyak mentah dunia yang terus berfluktuasi.
Bahlil : Kenaikan Dipicu Harga Minyak Dunia
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi karena harga minyak global telah menyentuh sekitar 100 dolar AS per barel. Kondisi ini dinilai memengaruhi struktur harga energi di dalam negeri.
Baca Artikel Lainnya : Menatap Semifinal Liga Champions 2026, 4 Tim Siap Tempur
Menurutnya, berbeda dengan BBM subsidi yang diatur langsung oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah, harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Karena itu, kenaikan harga menjadi hal yang memungkinkan ketika harga minyak dunia meningkat.
Bahlil Nyatakan Pembahasan Hampir Rampung
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa pembahasan terkait penyesuaian harga telah dilakukan bersama badan usaha, termasuk Pertamina dan pihak swasta. Ia menyebut proses tersebut kini sudah memasuki tahap akhir.
Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan secara pasti kapan kenaikan harga tersebut akan diberlakukan.
“Sudah hampir selesai, tinggal kita lihat kapan dilakukan penyesuaian,” ujar Bahlil.

Pemerintah Upayakan Kenaikan Tetap Terkendali
Pemerintah menegaskan bahwa jika penyesuaian harga dilakukan, maka akan diupayakan tetap dalam batas yang wajar agar tidak terlalu membebani masyarakat.
Di sisi lain, hingga pertengahan April 2026, harga BBM nonsubsidi di SPBU masih belum mengalami perubahan karena mengikuti kebijakan pemerintah untuk menahan harga sementara waktu.
Masyarakat Diminta Menunggu Kepastian
Dengan proses pembahasan yang hampir selesai, masyarakat diminta untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait waktu dan besaran kenaikan harga. Kepastian tersebut nantinya akan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional serta stabilitas daya beli masyarakat.
Leave a comment