Home Berita Reshuffle Kabinet 2026: Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru
BeritaNasionalSocial

Reshuffle Kabinet 2026: Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

Share
Reshuffle
Share

Pemuja.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet dengan melantik enam pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan, khususnya di sektor-sektor strategis.

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, Presiden memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik.

Prosesi Pelantikan Berlangsung Khidmat

Acara diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden terkait pengangkatan pejabat. Setelah itu, Presiden memandu sumpah jabatan.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945… serta menjalankan tugas jabatan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Presiden saat memimpin sumpah.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat tinggi negara, menandakan pentingnya momentum reshuffle dalam konsolidasi pemerintahan.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Berikut enam pejabat yang resmi dilantik:

  1. Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
  2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
  3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
  4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
  5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
  6. Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia

Fokus pada Lingkungan, Pangan, dan Komunikasi

Penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menunjukkan penguatan fokus pemerintah pada isu keberlanjutan dan pengendalian dampak lingkungan.

Di sektor pangan, peran Hanif Faisol Nurofiq menjadi penting dalam mengoordinasikan kebijakan lintas sektor guna menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, di lingkup Istana, Dudung Abdurachman bertugas memastikan program strategis pemerintah berjalan efektif dan terkoordinasi.

Penguatan Komunikasi Pemerintah

Pemerintah juga memberi perhatian besar pada aspek komunikasi publik. Muhammad Qodari dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah untuk memperkuat penyampaian kebijakan kepada masyarakat.

Selain itu, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai penasihat khusus Presiden guna memberikan masukan strategis dalam pengelolaan komunikasi pemerintah.

Di sektor pengawasan, Abdul Kadir Karding akan berperan penting dalam menjaga keamanan hayati serta kualitas komoditas yang keluar dan masuk wilayah Indonesia melalui penguatan karantina.

Reshuffle atau Konsolidasi kekuatan?

Sejumlah pengamat menilai reshuffle kali ini tidak sepenuhnya soal kinerja, melainkan juga bagian dari konsolidasi kekuatan politik. Masuknya tokoh-tokoh dengan latar belakang aktivis, relawan, hingga figur yang sebelumnya berada di barisan pendukung, memunculkan pertanyaan:

Apakah reshuffle ini benar-benar untuk efektivitas pemerintahan, atau justru mempertebal barisan loyalis?

Momen Menarik, Rocky Gerung hadir

Di tengah suasana formal pelantikan, kehadiran Rocky Gerung justru menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan.

Rocky hadir sebagai tamu undangan dan sempat berbincang langsung dengan Prabowo usai pelantikan. Keduanya terlihat akrab, bahkan sempat tertawa bersama.

Dalam obrolan singkat itu, Prabowo melontarkan candaan yang langsung menyita perhatian: “Pak Rocky, ternyata masih disiden.”

Pernyataan itu disampaikan dengan nada santai, merujuk pada posisi Rocky yang selama ini dikenal sebagai pengkritik pemerintah. Rocky pun menanggapi dengan ringan.

Momen ini menjadi menarik karena di satu sisi menunjukkan adanya ruang dialog antara pemerintah dan pengkritiknya. Namun di sisi lain, publik juga melihatnya sebagai simbol: bahwa kritik tetap ada, tetapi belum tentu memengaruhi arah kebijakan.

Baca Artikel Lainnya

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don't Miss

Perang Rusia-Ukraina Memanas, Serangan Drone Makin Meluas

Pemuja.com – Perang Rusia dan Ukraina kembali memasuki fase panas. Serangan besar Ukraina ke wilayah Moskow dan sejumlah wilayah Rusia dibalas dengan serangan...

Update Galodo Solok, Satu Korban Tewas dan Potongan Kayu Beredar di Medsos

Pemuja.com – Kabar terbaru dari banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Satu warga ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai...

Related Articles

5 Parpol Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran

Pemuja.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran...

MotoGP Indonesia 2026 Akhir Pekan Ini, Persaingan Martin dan Marquez Sangat Terasa

Pemuja.com – Mandalika akhir pekan ini akan menjadi ramai kembali. Sirkuit Pertamina...

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Tol Cipularang KM 91, 15 Kendaraan Terlibat

Pemuja.com – Mengerikan, kecelakaan beruntun kembali terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta....

81 Pesawat Militer AS Rusak atau Hilang dalam Perang Iran

Pemuja.com – Kabar terbaru dari perang Amerika-Iran, ternyata sedikitnya sudah 81 pesawat...